55tv.co.id – Sebuah pernyataan mengejutkan tentang potensi 1800 ton emas tersimpan di bawah bantal masyarakat sempat menjadi perbincangan hangat Kini Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian angkat bicara meluruskan maksud sebenarnya Pemerintah memastikan frasa itu murni sebuah kiasan tidak ada sedikitpun niat untuk merebut kepemilikan emas dari tangan warga

Related Post
Haryo Limanseto juru bicara Kemenko Perekonomian membeberkan istilah emas di bawah bantal merupakan analogi kuat Ia menggambarkan tradisi panjang masyarakat Indonesia yang secara turun temurun menjadikan emas sebagai aset penyimpan kekayaan secara mandiri di lingkungan rumah tangga

Menurut Haryo frasa tersebut melukiskan akumulasi kepemilikan emas warga yang telah terbentuk selama bertahun tahun bahkan lintas generasi Ini sejalan dengan budaya bangsa yang secara tradisional menganggap emas sebagai bentuk simpanan serta penyimpan nilai Sebagian besar emas itu hingga kini masih tersimpan aman secara pribadi atau secara konvensional di rumah rumah Istilah tersebut sama sekali tidak dimaksudkan secara harfiah seolah emas ditemukan fisik di bawah kasur masyarakat
Indonesia sendiri diperkirakan memiliki cadangan emas alam sekitar 3600 ton Produksi rata rata mencapai 90 ton setiap tahun Di luar itu jumlah emas fisik yang disimpan pribadi oleh masyarakat diperkirakan mencapai angka fantastis 1800 ton Nilai ekonomisnya menembus 252 miliar dolar Amerika Serikat sebuah angka yang sangat besar
Pemerintah melihat besarnya angka ini sebagai kesempatan emas Ini peluang strategis untuk memperdalam pasar keuangan dalam negeri Caranya dengan menyediakan platform investasi yang terjamin aman terintegrasi serta dapat dipercaya
Haryo menegaskan jika sebagian kecil saja misalnya sekitar 20 persen dari potensi emas masyarakat itu bisa masuk ke instrumen keuangan melalui ekosistem bullion dampaknya akan sangat positif bagi perkembangan pasar bullion dan ekonomi negara Angka ini hanyalah gambaran potensi bukan sebuah kewajiban bagi masyarakat untuk memindahkan atau menyerahkan emas simpanan mereka










Tinggalkan komentar