55tv.co.id – Insiden keracunan makanan yang menimpa peserta program Makan Bergizi Gratis MBG di wilayah Papua belum lama ini akhirnya menemui titik terang. Kepala Badan Gizi Nasional BGN Sudaryono mengungkap dua penyebab utama di balik peristiwa yang memicu kekhawatiran publik tersebut.

Related Post
Sudaryono menjelaskan salah satu pemicu krusial adalah kebiasaan siswa yang tidak langsung menyantap hidangan MBG. Banyak laporan menyebutkan anak-anak membawa pulang jatah makanan mereka ke rumah. Akibatnya santapan yang seharusnya dinikmati pada jam makan siang sekitar pukul 11.00 WIB justru baru disantap menjelang sore hari sekitar pukul 16.00 WIB. Jeda waktu yang panjang ini sangat berpotensi membuat makanan menjadi basi dan tidak layak konsumsi. Ironisnya tidak hanya siswa yang menjadi korban keracunan tetapi juga anggota keluarga seperti orang tua yang turut mencicipi hidangan tersebut.

Selain itu Sudaryono juga menyoroti masalah waktu persiapan makanan yang terlalu jauh dari jadwal distribusi dan konsumsi. Ia menerima informasi bahwa beberapa penyedia program MBG mulai memasak hidangan sejak malam hari sebelumnya bahkan ada yang memulai pukul 19.00 WIB. Makanan yang dimasak semalam suntuk ini kemudian baru didistribusikan ke sekolah-sekolah pada pagi hari dan disantap siang harinya. Rentang waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan penyajian meningkatkan risiko kontaminasi bakteri dan pembusukan yang signifikan.
Temuan ini menjadi catatan penting bagi penyelenggara program MBG untuk mengevaluasi kembali prosedur standar operasional. Pentingnya edukasi kepada penerima manfaat tentang pentingnya segera mengonsumsi makanan serta peninjauan ulang jadwal produksi dan distribusi menjadi krusial demi memastikan keamanan dan kualitas gizi hidangan yang disajikan.










Tinggalkan komentar