55 NEWS – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam setelah jeda sesi pertama perdagangan hari ini, Jumat (26/6/2026). Performa indeks acuan pasar modal Indonesia ini menunjukkan pelemahan signifikan, ambruk hingga 2,73% dan parkir di level 5.835. Penurunan drastis ini sontak memicu pertanyaan di kalangan investor mengenai sentimen negatif yang mendominasi pasar, mengisyaratkan adanya tekanan jual yang kuat.

Related Post
Pada pembukaan perdagangan pagi, IHSG sempat menunjukkan optimisme dengan melaju ke level 6.010, memberikan harapan akan tren positif. Namun, seiring berjalannya waktu hingga siang hari, tekanan jual yang masif tak terbendung, membuat indeks terus terperosok. Titik terendah intraday bahkan sempat menyentuh level 5.830, menggambarkan betapa kuatnya sentimen negatif yang menyelimuti bursa sepanjang sesi pertama.

Aktivitas transaksi di pasar cukup ramai meskipun indeks berada dalam tren menurun. Hingga penutupan sesi I, volume transaksi tercatat mencapai 10,6 miliar lembar saham. Nilai transaksi yang berhasil dibukukan mencapai Rp6,3 triliun, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 921 ribu kali transaksi. Angka-angka ini menunjukkan bahwa meskipun pasar bergejolak, pergerakan modal tetap signifikan, mengindikasikan aksi jual-beli yang intens di tengah ketidakpastian.
Kapitalisasi pasar (market capitalization) tercatat berada di kisaran Rp10,2 triliun, mencerminkan nilai total perusahaan yang terdaftar di bursa. Gambaran umum pasar menunjukkan dominasi saham-saham yang melemah. Dari total emiten yang diperdagangkan, sebanyak 625 emiten bergerak di zona merah, sementara hanya 96 emiten yang berhasil menguat. Sebanyak 238 saham lainnya terpantau stagnan, tidak mengalami perubahan harga yang berarti, menegaskan bahwa pelemahan pasar bersifat luas dan tidak hanya terfokus pada sektor tertentu.
Di tengah derasnya arus penurunan, beberapa saham berhasil mencatatkan kinerja cemerlang dan menjadi penopang utama di daftar top gainers. Ricky Putra Globalindo (RICY) memimpin dengan lonjakan fantastis sebesar 25,35%. Disusul oleh Andalan Sakti Primaindo (ASPI) yang menguat 24,68%, serta Trust Finance Indonesia (TRUS) yang berhasil membukukan kenaikan 23,57%. Kinerja positif emiten-emiten ini menjadi sorotan di tengah lesunya pasar secara keseluruhan, mungkin didorong oleh sentimen sektoral yang spesifik atau aksi korporasi yang menarik perhatian investor di 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar