55 NEWS – PT MNC Asset Management terus menunjukkan komitmen kuatnya dalam menggalakkan literasi investasi minim risiko di tengah masyarakat luas. Di tengah lanskap ekonomi global yang penuh ketidakpastian dan volatilitas, produk reksa dana syariah yang dikelola oleh perseroan diklaim mampu menyajikan imbal hasil yang sangat prospektif dan stabil.

Related Post
Sebagai bagian dari inisiatif strategisnya, MNC Asset Management menjalin kemitraan dengan Bank Neo Commerce. Baru-baru ini, dalam sebuah forum literasi investasi yang diselenggarakan di Jakarta, perseroan aktif mengedukasi nasabah bank digital tersebut mengenai proyeksi dan potensi investasi pada reksa dana syariah.

Direktur MNC Asset Management, Dimas Aditya Ariadi, menjelaskan bahwa salah satu keunggulan utama reksa dana syariah yang mereka kelola adalah penawaran kestabilan imbal hasil (return) yang terukur secara harian. Menurutnya, konsistensi return dari hari ke hari ini menjadi fondasi penting bagi akumulasi imbal hasil yang terukur dan signifikan dalam periode setahun.
"Imbal hasil bersih reksa dana syariah kami dalam satu tahun terakhir mencapai 7,87 persen," ungkap Dimas. Namun, ia menekankan pentingnya bagi investor untuk tidak hanya terpaku pada angka historis. "Return masa lalu tidak serta-merta mencerminkan performa di masa depan," tegas Dimas, mengingatkan akan prinsip kehati-hatian dalam berinvestasi.
Dimas lebih lanjut menegaskan bahwa kestabilan return reksa dana syariah MNC Asset Management merupakan salah satu yang paling kompetitif di kancah industri jasa keuangan nasional. Ia mengamati bahwa meskipun beberapa perusahaan lain mungkin menawarkan return tahunan yang lebih tinggi, seringkali angka tersebut diiringi oleh fluktuasi harian yang signifikan, berpotensi menimbulkan kekhawatiran bagi investor yang mencari stabilitas.
Menurut Dimas, fundamental bisnis perusahaan yang kokoh, didukung oleh ekosistem terintegrasi MNC Group, termasuk sektor perbankan, turut menjadi pendorong utama potensi imbal hasil yang prospektif. Sinergi ini memungkinkan optimalisasi profitabilitas produk investasi seperti reksa dana syariah secara menyeluruh.
Ia menambahkan, reksa dana syariah bukanlah produk baru bagi perseroan. Portofolionya telah matang dan terbentuk selama bertahun-tahun, menunjukkan rekam jejak yang solid. Ketahanan bisnis perusahaan juga telah teruji dalam berbagai episode krisis global, mulai dari krisis subprime mortgage di Amerika Serikat pada tahun 2008 hingga guncangan pandemi COVID-19 di awal 2020. Pengelolaan portofolio dilakukan dengan cermat, melalui pemilihan efek obligasi syariah yang memiliki peringkat minimal single A dari Pefindo, serta melalui proses skrining finansial yang ketat sesuai prinsip syariah.
"Kami tidak mengklaim sebagai penyedia return tertinggi di pasar," ujar Dimas. "Namun, fokus utama kami adalah menyajikan return yang stabil dan bertumbuh secara berkelanjutan," pungkasnya, menekankan pendekatan jangka panjang dalam investasi syariah yang aman dan terpercaya.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar