55 NEWS – Menjelang penghujung tahun 2025, dinamika harga pangan nasional kembali menjadi sorotan utama. Data terbaru pada Minggu (28/12/2025) menunjukkan pergerakan yang bervariasi, memberikan sinyal campuran bagi stabilitas ekonomi rumah tangga. Sejumlah komoditas pokok seperti bawang dan cabai terpantau mengalami penurunan signifikan, namun di sisi lain, beberapa kebutuhan vital seperti minyak goreng dan daging ayam justru menunjukkan tren kenaikan yang patut diwaspadai. Informasi ini dihimpun dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia pada pukul 09.00 WIB.

Related Post
Kabar baik datang dari sektor bumbu dapur yang menjadi penopang utama masakan rumah tangga. Harga bawang merah tercatat mengalami koreksi sebesar 1,04 persen, kini berada di level Rp52.350 per kilogram. Senada, bawang putih juga menunjukkan penurunan tipis 0,38 persen, menjadi Rp39.800 per kilogram. Penurunan harga juga merata pada sebagian besar jenis beras. Beras kualitas bawah I turun 0,69 persen menjadi Rp14.300 per kg, diikuti beras kualitas medium I yang anjlok 1,26 persen ke Rp15.700 per kg, dan beras medium II turun 2,53 persen menjadi Rp15.400 per kg. Bahkan, beras super I dan super II turut terkoreksi masing-masing 1,48 persen menjadi Rp16.850 per kg dan 1,8 persen menjadi Rp16.350 per kg. Hanya beras kualitas bawah II yang menunjukkan kenaikan 3,48 persen menjadi Rp14.850 per kg, menjadi anomali di tengah tren penurunan harga beras.

Sektor cabai juga memberikan angin segar bagi konsumen dengan penurunan harga yang cukup substansial. Cabai merah besar mengalami penurunan signifikan sebesar 6,53 persen, kini dihargai Rp51.550 per kilogram. Penurunan yang lebih drastis terjadi pada cabai merah keriting, yang anjlok 15,79 persen menjadi Rp50.650 per kilogram. Cabai rawit hijau juga ikut turun 2,8 persen ke Rp58.950 per kilogram. Namun, tren penurunan ini tidak berlaku untuk semua jenis cabai, di mana cabai rawit merah justru melonjak 1,65 persen, mencapai Rp73.950 per kilogram, menandakan adanya tekanan pasokan pada varietas ini.
Kontras dengan penurunan di atas, beberapa komoditas protein dan pemanis justru menunjukkan tren kenaikan yang mengkhawatirkan dan berpotensi memicu inflasi. Daging ayam ras segar melonjak tajam 7,28 persen, kini bertengger di angka Rp44.950 per kilogram. Gula pasir premium juga tidak ketinggalan, naik 1,52 persen menjadi Rp20.100 per kilogram. Sementara itu, harga minyak goreng juga dilaporkan mengalami kenaikan, menambah beban pengeluaran rumah tangga di tengah kebutuhan pokok lainnya. Di sisi lain, harga daging sapi menunjukkan sedikit pelemahan, dengan kualitas I turun 0,39 persen menjadi Rp140.750 per kg dan kualitas II turun 1,8 persen menjadi Rp130.850 per kg, memberikan sedikit keseimbangan di sektor protein hewani.
Fluktuasi harga pangan yang terjadi ini mengindikasikan kompleksitas pasokan dan permintaan menjelang akhir tahun, serta tantangan dalam menjaga stabilitas harga di pasar domestik. Meskipun penurunan harga bawang dan cabai dapat sedikit meringankan beban belanja masyarakat, kenaikan pada komoditas esensial seperti daging ayam, gula, dan minyak goreng tetap menjadi perhatian serius bagi stabilitas inflasi dan daya beli masyarakat. Pemerintah dan pelaku pasar diharapkan terus memantau pergerakan ini secara cermat untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat, sebagaimana dilaporkan oleh 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar