GEGER! Rp15 Triliun Lebih Bansos PKH dan Sembako ‘Banjiri’ Jutaan Keluarga Jelang Ramadhan, Siapa yang Belum Kebagian dan Mengapa?

GEGER! Rp15 Triliun Lebih Bansos PKH dan Sembako 'Banjiri' Jutaan Keluarga Jelang Ramadhan, Siapa yang Belum Kebagian dan Mengapa?

55 NEWS – Jakarta – Gelombang optimisme menyelimuti jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh penjuru Indonesia menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 2026. Pemerintah, melalui Kementerian Sosial (Kemensos), telah mengucurkan dana bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sembako dengan total nilai fantastis, mencapai lebih dari Rp15 triliun, khusus untuk penyaluran triwulan pertama tahun ini. Realisasi penyaluran yang telah menembus angka di atas 85 persen ini diharapkan menjadi penopang ekonomi bagi masyarakat, khususnya umat Islam, dalam menyambut dan menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang.

COLLABMEDIANET

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, dalam keterangannya di Jakarta pada Minggu (22/2/2026), merinci capaian signifikan ini. "Hingga awal Ramadhan, penyaluran PKH untuk periode Januari, Februari, dan Maret telah berhasil menjangkau 8.940.958 KPM. Dana yang tersalurkan telah melampaui Rp6 triliun, atau sekitar 89,4 persen dari target alokasi," jelas Gus Ipul, menunjukkan efisiensi dalam distribusi.

GEGER! Rp15 Triliun Lebih Bansos PKH dan Sembako 'Banjiri' Jutaan Keluarga Jelang Ramadhan, Siapa yang Belum Kebagian dan Mengapa?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Tak hanya PKH, kinerja penyaluran Bantuan Sembako juga mencatat angka impresif. Lebih dari 15 juta KPM telah menerima bantuan ini, dengan total nominal mencapai lebih dari Rp9 triliun, merepresentasikan 86,9 persen dari target. Secara keseluruhan, Kemensos menargetkan 10 juta KPM untuk PKH dan 18,25 juta KPM untuk Bantuan Sembako sepanjang tahun 2026. Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh proses penyaluran bansos ini diorkestrasi melalui jaringan perbankan Himpunan Bank Negara (Himbara) dan Bank Syariah Indonesia (BSI), menjamin akuntabilitas dan kecepatan distribusi.

Namun, di balik kabar baik ini, terdapat dinamika yang perlu dicermati. Masih ada sekitar 1 juta lebih penerima baru bansos PKH dan sekitar 2 juta penerima baru bansos Sembako yang belum menerima haknya. Mereka adalah bagian dari hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang saat ini masih dalam tahap krusial: proses pembukaan rekening kolektif (burekol), distribusi kartu, serta persiapan penyaluran melalui PT Pos Indonesia. "Setiap triwulan, memang selalu ada penerima manfaat baru hasil pemutakhiran DTSEN. Sebagian besar dari mereka belum memiliki rekening, sehingga proses burekol ini memang memerlukan waktu antara 1 hingga 2 bulan," terang Gus Ipul, memberikan gambaran transparan mengenai tantangan administratif yang dihadapi.

Selain bansos reguler, Kemensos juga menunjukkan kesigapan dalam merespons situasi darurat. Khusus untuk KPM di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang baru-baru ini terdampak bencana, Kemensos telah menyalurkan dana sebesar Rp1,8 triliun kepada 1,7 juta KPM. "Semua sudah tersalurkan dan kami menargetkan tuntas di akhir Februari ini," tegas Gus Ipul, menunjukkan komitmen pemerintah dalam pemulihan pascabencana.

Lebih lanjut, Kemensos juga menyiapkan skema bansos adaptif untuk penanganan pascabencana yang lebih komprehensif. Bantuan ini mencakup logistik dan dapur umum, santunan kematian dan luka, jaminan hidup (Jadup), serta bantuan pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak. "Total anggaran yang kami ajukan dan siapkan untuk bansos adaptif ini mencapai lebih dari Rp2 triliun. Sementara untuk anggaran kedaruratan, hampir Rp100 miliar sudah terkirim semua. Hari ini kami sudah mulai menyalurkan, baik itu untuk isian rumah, bantuan pemulihan sosial ekonomi, dan Jadup," pungkas Gus Ipul, menggarisbawahi upaya berkelanjutan pemerintah dalam menjaga resiliensi sosial ekonomi masyarakat di tengah berbagai tantangan.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar