55 NEWS – Kabar gembira menyelimuti sektor energi nasional! PT Pertamina EP (PEP) Adera Field, entitas di bawah naungan Pertamina, baru saja mengumumkan penemuan signifikan sumur minyak baru di Struktur Abab, Sumatera Selatan. Penemuan ini berpotensi mendongkrak produksi migas domestik dengan estimasi awal mencapai 505 barel minyak per hari (BOPD) dan 5,096 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD), sebuah angka yang menjanjikan bagi ketahanan energi Indonesia di tengah fluktuasi harga komoditas global.

Related Post
Data awal yang fantastis ini diperoleh dari hasil uji alir pada 1 Maret 2026 terhadap sumur ABB-145, yang terletak di wilayah kerja PEP Zona 4. Setelah fase stabilisasi aliran, tim teknis melanjutkan pengujian dengan metode multi rate test (MRT). Dari pengujian lanjutan ini, laju produksi stabil diperkirakan berada pada kisaran 129 BOPD dan 1,8 MMSCFD, menunjukkan potensi berkelanjutan yang dapat dioptimalkan saat sumur beroperasi penuh dan memberikan kontribusi nyata pada pasokan energi nasional.

Djudjuwanto, General Manager PEP Zona 4, menegaskan bahwa penemuan ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan buah dari dedikasi dan inovasi berkelanjutan tim dalam mengidentifikasi serta mengembangkan potensi migas. "Ini adalah bukti komitmen kami untuk terus berinovasi dan menerapkan teknologi mutakhir demi optimalisasi sumber daya migas. Prioritas utama kami adalah keselamatan kerja, agar kontribusi ini dapat maksimal dalam menopang pilar ketahanan energi nasional," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima 55tv.co.id pada Sabtu (21/3/2026). Penemuan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor dan menstabilkan pasokan energi domestik, memberikan dampak positif bagi neraca perdagangan dan stabilitas ekonomi makro.
Sumur ABB-145 sendiri merupakan sumur pengembangan (infill well) yang menjadi bagian integral dari program rencana kerja (RK) pengeboran tahun 2026. Proses pengeboran dimulai pada 31 Januari 2026 dan berhasil diselesaikan pada 28 Februari 2026, termasuk seluruh tahapan komplesi yang krusial untuk memastikan kelancaran operasi di masa mendatang. Kecepatan dan efisiensi dalam proses ini menunjukkan kapabilitas Pertamina dalam mengeksekusi proyek-proyek strategis.
Keberhasilan penentuan lokasi sumur ini tidak lepas dari adopsi teknologi canggih, khususnya pemanfaatan data seismik 3D terbaru yang diakuisisi pada tahun 2023 di Lapangan Abab. Teknologi ini memberikan gambaran bawah permukaan yang jauh lebih detail dan akurat dibandingkan metode seismik dua dimensi yang digunakan sebelumnya. Data mutakhir ini kemudian diintegrasikan secara komprehensif dengan data dari sumur-sumur sebelumnya, seperti ABB-140 yang dibor pada 2023 dan ABB-143 pada 2025. Integrasi data ini menjadi fondasi kuat dalam menentukan posisi pengeboran ABB-145, sekaligus mengonfirmasi adanya potensi reservoir lanjutan yang signifikan di bagian timur laut Struktur Abab, membuka peluang eksplorasi dan pengembangan lebih lanjut yang menjanjikan bagi masa depan energi Indonesia.
Editor: Akbar soaks


Tinggalkan komentar