Gejolak Harga Pangan Akhir Pekan: Bawang dan Beras Meroket, Komoditas Ini Justru Anjlok Drastis! Cek Dampaknya pada Dompet Anda!

Gejolak Harga Pangan Akhir Pekan: Bawang dan Beras Meroket, Komoditas Ini Justru Anjlok Drastis! Cek Dampaknya pada Dompet Anda!

55 NEWS – Jakarta – Dinamika harga pangan nasional kembali menjadi sorotan di penghujung pekan, Minggu (29/3/2026). Berdasarkan pantauan 55tv.co.id, sejumlah komoditas strategis menunjukkan pergerakan signifikan, dengan beberapa di antaranya melonjak tajam, sementara yang lain justru mengalami koreksi harga. Kondisi ini tentu memicu kekhawatiran di kalangan konsumen dan pelaku usaha, mengingat perannya yang vital dalam stabilitas ekonomi rumah tangga.

COLLABMEDIANET

Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, yang diakses pada pukul 09.00 WIB, menunjukkan lonjakan signifikan pada harga bawang. Bawang merah tercatat mengalami kenaikan sebesar 3,13 persen, mencapai level Rp46.100 per kilogram. Tak ketinggalan, bawang putih juga ikut terkerek naik 0,12 persen, kini diperdagangkan pada harga Rp40.250 per kilogram. Kenaikan ini berpotensi membebani anggaran belanja rumah tangga, terutama bagi sektor kuliner dan industri makanan.

Gejolak Harga Pangan Akhir Pekan: Bawang dan Beras Meroket, Komoditas Ini Justru Anjlok Drastis! Cek Dampaknya pada Dompet Anda!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Sektor perberasan juga tidak luput dari gejolak harga. Hampir seluruh kualitas beras terpantau mengalami apresiasi. Beras kualitas bawah I naik 0,34% menjadi Rp14.550 per kilogram, diikuti beras kualitas bawah II yang menguat 0,35% menjadi Rp14.500 per kilogram. Untuk kategori medium, beras kualitas medium I naik 0,31% ke Rp16.050 per kilogram, dan medium II naik 0,32% menjadi Rp15.900 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas super I dan super II masing-masing naik 0,24% ke Rp17.250 per kilogram dan 0,3% ke Rp16.800 per kilogram. Kenaikan ini, meski persentasenya kecil, tetap memiliki implikasi besar mengingat beras adalah komoditas pokok yang dikonsumsi mayoritas masyarakat.

Di sisi lain, pasar cabai menunjukkan tren yang lebih bervariasi. Cabai merah besar mengalami penurunan signifikan sebesar 7,47 persen, kini dibanderol Rp52.000 per kilogram. Penurunan serupa juga terjadi pada cabai merah keriting yang anjlok 9,32 persen ke level Rp51.100 per kilogram. Namun, tidak semua jenis cabai melemah; cabai rawit hijau justru menguat 3,23 persen menjadi Rp60.650 per kilogram. Ironisnya, cabai rawit merah mengalami koreksi paling tajam, turun 9,53 persen menjadi Rp84.500 per kilogram, menunjukkan volatilitas yang tinggi pada komoditas ini.

Pada segmen protein hewani, harga daging ayam ras segar terpantau mengalami kenaikan tipis 1,16 persen, mencapai Rp43.550 per kilogram. Berbeda dengan ayam, harga daging sapi justru menunjukkan tren penurunan. Daging sapi kualitas I turun 1 persen menjadi Rp149.200 per kilogram, dan daging sapi kualitas II juga terkoreksi 0,91 persen, kini berada di angka Rp140.900 per kilogram. Fluktuasi harga ini perlu dicermati mengingat kontribusinya terhadap inflasi dan daya beli masyarakat menjelang periode-periode penting.

Secara keseluruhan, pergerakan harga pangan di akhir pekan ini mencerminkan dinamika pasar yang kompleks, dipengaruhi oleh berbagai faktor mulai dari pasokan, permintaan, hingga kondisi cuaca. Konsumen diharapkan dapat lebih cermat dalam mengelola anggaran belanja, sementara pemerintah melalui 55tv.co.id terus memantau stabilitas harga untuk menjaga daya beli masyarakat dan mencegah lonjakan inflasi yang tidak terkendali.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar