GEMPAR! Saham-Saham Ini Terjun Bebas Pekan Ini, Bahkan Raksasa Telekomunikasi Ikut Terseret Badai Penjualan!

GEMPAR! Saham-Saham Ini Terjun Bebas Pekan Ini, Bahkan Raksasa Telekomunikasi Ikut Terseret Badai Penjualan!

55 NEWS – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan sebuah fenomena menarik di pasar modal domestik sepanjang pekan perdagangan 15-19 Juni 2026. Sebanyak 184 emiten saham harus menghadapi tekanan jual yang signifikan, bahkan beberapa di antaranya mencatat koreksi harga yang sangat dalam. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) memimpin daftar saham dengan pelemahan terdalam, atau sering disebut sebagai ‘top loser’, setelah harganya anjlok 19,18 persen.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan data yang dihimpun 55tv.co.id, saham MLPT menutup pekan dengan harga Rp16.325, jauh di bawah posisi awal pekan di Rp20.200. Penurunan drastis ini menjadi perhatian utama para pelaku pasar, mengingat skala koreksi yang terjadi dalam waktu singkat pada salah satu emiten teknologi tersebut.

GEMPAR! Saham-Saham Ini Terjun Bebas Pekan Ini, Bahkan Raksasa Telekomunikasi Ikut Terseret Badai Penjualan!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Tidak sendirian, posisi kedua saham paling anjlok ditempati oleh PT Bank Permata Tbk (BNLI) yang terkoreksi 16,15 persen, mengakhiri perdagangan di level Rp2.700. Disusul ketat oleh PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI), yang sahamnya melemah 15,86 persen dari Rp9.300 menjadi Rp7.825. Fluktuasi harga yang tajam pada emiten-emiten ini mengindikasikan adanya sentimen negatif yang kuat atau aksi profit taking berskala besar.

Deretan saham lain yang juga mengalami tekanan hebat meliputi TRIN dengan penurunan 14,04 persen, ASPR yang terkoreksi 12,50 persen, dan TMPO sebesar 12,31 persen. Emiten seperti GHON, RISE, dan VISI juga tak luput dari daftar saham dengan penurunan terbesar sepanjang pekan ini, menunjukkan adanya sentimen negatif yang cukup meluas di beberapa sektor, terutama yang rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi makro atau kebijakan tertentu.

Yang paling mengejutkan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), salah satu saham blue-chip dan favorit investor, turut masuk dalam daftar ‘top losers’. Saham TLKM tercatat turun 9,79 persen, dari Rp2.860 menjadi Rp2.580. Pelemahan TLKM ini menjadi sorotan khusus, mengingat sentimen pasar secara umum cenderung positif dan mendorong mayoritas saham bergerak di zona hijau. Kondisi ini mengindikasikan adanya tekanan jual yang spesifik atau perubahan persepsi investor terhadap prospek emiten telekomunikasi raksasa tersebut, terlepas dari kondisi pasar yang lebih luas. Para analis ekonomi kini tengah mencermati faktor-faktor di balik koreksi tak terduga ini, yang bisa jadi merupakan sinyal awal perubahan tren di sektor telekomunikasi atau respons terhadap kebijakan internal perusahaan.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar