Guncangan Ekonomi 2025: Hampir 90 Ribu Pekerja Terdepak, Provinsi Mana yang Paling Terpukul?

Guncangan Ekonomi 2025: Hampir 90 Ribu Pekerja Terdepak, Provinsi Mana yang Paling Terpukul?

55 NEWS – Lanskap pasar tenaga kerja Indonesia menghadapi tantangan serius. Data terbaru dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengungkap lonjakan signifikan dalam angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepanjang tahun 2025. Sebanyak 88.519 orang tenaga kerja dilaporkan menjadi korban PHK dalam periode Januari hingga Desember 2025, terklasifikasi sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Informasi ini, yang dirilis melalui laman Satudata Kemnaker, menjadi sinyal merah bagi stabilitas ekonomi dan kesejahteraan pekerja di Tanah Air.

COLLABMEDIANET

Kenaikan angka PHK ini bukan sekadar statistik. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana 77.965 orang menjadi korban PHK, terjadi peningkatan drastis sebanyak 10.554 orang pada tahun 2025. Fenomena ini menjadi indikator tekanan yang kian berat pada sektor industri dan daya serap pasar tenaga kerja domestik, yang mungkin dipicu oleh berbagai faktor mulai dari efisiensi perusahaan, restrukturisasi bisnis, hingga dampak perlambatan ekonomi global.

Guncangan Ekonomi 2025: Hampir 90 Ribu Pekerja Terdepak, Provinsi Mana yang Paling Terpukul?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Analisis lebih lanjut menunjukkan sebaran geografis PHK yang tidak merata, dengan Pulau Jawa menjadi episentrum utama permasalahan ini. Provinsi Jawa Barat menempati posisi teratas sebagai wilayah dengan jumlah PHK terbanyak, mencapai 18.815 orang atau sekitar 21,26 persen dari total nasional. Angka ini mengindikasikan adanya konsentrasi permasalahan ketenagakerjaan di pusat-pusat industri padat karya di provinsi tersebut.

Menyusul di belakang Jawa Barat adalah Jawa Tengah dengan 14.700 korban PHK, Banten di posisi ketiga dengan 10.376 orang, DKI Jakarta dengan 6.311 orang, dan Jawa Timur menutup lima besar dengan 5.949 tenaga kerja yang terpaksa dirumahkan sepanjang tahun 2025. Dominasi provinsi-provinsi di Pulau Jawa dalam daftar ini menyoroti kerentanan sektor industri di wilayah tersebut terhadap gejolak ekonomi.

Lonjakan angka PHK ini bukan hanya sekadar statistik, melainkan cerminan dari tantangan ekonomi yang lebih luas, mulai dari perlambatan pertumbuhan sektor tertentu hingga efisiensi operasional perusahaan. Dampaknya meluas, tidak hanya pada individu dan keluarga yang terdampak langsung, tetapi juga berpotensi menekan daya beli masyarakat dan membebani jaring pengaman sosial. Pemerintah, melalui Kemnaker, diharapkan dapat segera merumuskan strategi mitigasi yang komprehensif, termasuk program pelatihan ulang, penempatan kerja, serta insentif bagi dunia usaha agar dapat mempertahankan dan menciptakan lapangan kerja baru di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar