Guncangan Ekonomi Global! Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar, Ancaman Inflasi Mengintai Akibat Konflik Timur Tengah yang Memanas!

Guncangan Ekonomi Global! Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar, Ancaman Inflasi Mengintai Akibat Konflik Timur Tengah yang Memanas!

55 NEWS – Nilai tukar Rupiah kembali menunjukkan pelemahan signifikan, bahkan sempat menyentuh level psikologis krusial Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS), memicu kekhawatiran serius di kalangan pelaku pasar dan pengamat ekonomi. Tren depresiasi ini menandakan adanya tekanan eksternal yang kuat terhadap mata uang Garuda, dengan implikasi yang berpotensi meluas terhadap stabilitas ekonomi domestik.

COLLABMEDIANET

Pada perdagangan Senin, 16 Maret 2026, mata uang Indonesia tercatat melemah 39 poin atau sekitar 0,23 persen, berakhir di level Rp16.997 per dolar AS. Data dari Bloomberg pada pukul 14.34 WIB di hari yang sama menunjukkan depresiasi yang lebih dalam, yakni 0,25 persen, mencapai Rp17.000, melanjutkan tren negatif dari penutupan Jumat (13/3/2026) yang berada di level Rp16.958 per dolar AS. Pencapaian level Rp17.000 ini menjadi sorotan utama, mengingat signifikansinya sebagai batas psikologis yang kerap memicu sentimen pasar.

Guncangan Ekonomi Global! Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar, Ancaman Inflasi Mengintai Akibat Konflik Timur Tengah yang Memanas!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pelemahan signifikan Rupiah ini, menurut pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, utamanya dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang kembali memanas. Pernyataan pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, mengenai potensi penutupan Selat Hormuz, menjadi katalis utama yang mengguncang pasar energi global dan merembet ke pasar keuangan.

Selat Hormuz merupakan jalur maritim vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas global. Ancaman penutupannya dianggap sebagai gangguan pasokan energi paling substansial dalam sejarah, seketika memicu lonjakan harga minyak dunia. Kondisi ini membangkitkan kekhawatiran global akan gelombang inflasi baru yang dapat merembet ke berbagai sektor ekonomi, dari biaya produksi hingga harga barang konsumsi.

Ibrahim Assuaibi menegaskan, "Para pelaku pasar dan analis sangat mengkhawatirkan lonjakan harga minyak yang besar akan berdampak ke seluruh dunia dalam bentuk guncangan inflasi." Situasi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari para pembuat kebijakan ekonomi, termasuk di Indonesia, untuk mengantisipasi potensi tekanan inflasi dan menjaga stabilitas makroekonomi di tengah ketidakpastian global yang semakin meningkat. Pemerintah dan Bank Indonesia diharapkan dapat segera merumuskan strategi mitigasi untuk meredam dampak lanjutan dari gejolak global ini terhadap perekonomian nasional.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar