55tv.co.id – Kabar mengejutkan datang dari sektor energi nasional. Per 1 September 2026, sejumlah penyedia bahan bakar minyak di Indonesia serentak menaikkan harga produk non-subsidi mereka. Konsumen Pertamina Shell BP hingga Vivo kini harus bersiap merogoh kocek lebih dalam untuk mengisi tangki kendaraan.

Related Post
PT Pertamina Patra Niaga menjadi salah satu yang mengawali penyesuaian harga. Beberapa jenis BBM non-subsidi seperti Pertamax Turbo Pertamina Dex dan Dexlite mengalami kenaikan signifikan. Pertamax Turbo kini dibanderol Rp19.600 per liter melambung dari harga sebelumnya Rp18.300 per liter. Sementara itu Dexlite melonjak dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter. Kitty Andhora VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa penyesuaian ini hanya menyasar produk BBM non-subsidi tertentu.

Tak hanya Pertamina Shell juga turut mengerek harga BBM-nya pada tanggal yang sama. Shell V-Power Diesel kini dipatok Rp25.420 per liter melambung tajam dari harga sebelumnya Rp21.910 per liter.
Di sisi lain SPBU swasta seperti BP menunjukkan pola yang bervariasi. Untuk jenis bensin BP 92 dan BP Ultimate tidak mengalami perubahan harga tetap stabil di Rp16.130 per liter dan Rp16.760 per liter. Namun BP Ultimate Diesel tak luput dari kenaikan harganya terkerek menjadi Rp25.420 per liter dari semula Rp21.910 per liter.
Situasi serupa juga terjadi di SPBU Vivo. Revvo 92 dan Revvo 95 masih dijual dengan harga Rp16.130 per liter dan Rp16.760 per liter. Namun jenis diesel Primus Plus mengalami kenaikan serupa dengan kompetitornya kini mencapai Rp25.420 per liter dari harga sebelumnya Rp21.910 per liter. Kenaikan harga BBM ini diprediksi akan memberikan dampak pada berbagai sektor ekonomi.










Tinggalkan komentar