Harga BBM September Siap Goyang Pertalite Aman

Harga BBM September Siap Goyang Pertalite Aman

55tv.co.id – Masyarakat Indonesia bersiap menghadapi potensi pergerakan harga bahan bakar minyak nonsubsidi yang akan berlaku mulai 1 September 2026. Sejumlah badan usaha penyedia BBM, termasuk Pertamina Shell Vivo dan BP, diperkirakan akan merevisi daftar harga produk mereka. Keputusan ini tak lepas dari dinamika harga minyak mentah global yang terus berfluktuasi.

COLLABMEDIANET

Kenaikan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor utama yang memicu penyesuaian ini. Tercatat harga minyak Brent untuk pengiriman November baru-baru ini menyentuh angka 90 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate WTI berada di kisaran 86 dolar AS per barel. Pergerakan harga komoditas energi global ini menjadi barometer penting bagi perusahaan migas dalam menentukan harga jual di tingkat konsumen.

Harga BBM September Siap Goyang Pertalite Aman
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Sebagai kilas balik, awal Agustus 2026 lalu juga diwarnai oleh revisi harga. Saat itu, beberapa penyedia BBM kompak memangkas harga bensin nonsubsidi. Pertamina misalnya menurunkan Pertamax menjadi Rp15.950 per liter, Pertamax Green ke Rp16.600, dan Pertamax Turbo menjadi Rp18.300. Demikian pula BP yang mengurangi harga BP 92 dari Rp16.670 menjadi Rp16.130 per liter dan BP Ultimate dari Rp17.240 menjadi Rp16.760 per liter. Vivo pun turut serta dengan Revvo 92 yang turun ke Rp16.130 dan Revvo 95 menjadi Rp16.760 per liter.

Namun di sisi lain, harga BBM jenis diesel justru mengalami kenaikan pada periode yang sama. Shell mengerek harga dieselnya menjadi Rp21.910 per liter dari sebelumnya Rp21.340. Langkah serupa juga diikuti oleh BP dengan BP Ultimate diesel yang naik dari Rp21.340 menjadi Rp21.910 per liter, serta Vivo yang menaikkan Diesel Primus dari Rp21.340 menjadi Rp21.910 per liter. Hanya Pertamina yang kala itu memilih mempertahankan harga jenis dieselnya seperti Dexlite dan Pertamina Dex.

Di tengah gejolak harga BBM nonsubsidi yang mengikuti irama pasar global, pemerintah memberikan jaminan terkait stabilitas harga bahan bakar bersubsidi. Harga Pertalite sebagai salah satu jenis BBM subsidi dipastikan tidak akan mengalami perubahan hingga akhir tahun 2026, tetap bertengger di angka Rp10.000 per liter. Ini tentu menjadi kabar baik bagi sebagian besar masyarakat pengguna Pertalite.

Dengan segala dinamika yang ada, publik kini menanti pengumuman resmi dari Pertamina Shell BP dan Vivo mengenai daftar harga BBM yang akan berlaku efektif mulai 1 September 2026. Apakah akan ada kejutan kenaikan atau justru penurunan yang melegakan? Waktu akan segera menjawabnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar