55 NEWS – Malang, Jawa Timur – Penjualan hewan kurban di Kota Malang mengalami penurunan drastis menjelang Hari Raya Idul Adha 2025. Para pedagang mengeluhkan omzet yang merosot hingga 50% dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini membuat mereka terpaksa memutar otak dan membanting harga demi menarik minat pembeli.

Related Post
Pantauan 55tv.co.id di kawasan Jalan Terusan Danau Kerinci, Kota Malang, pada Selasa malam (3/6/2025), menunjukkan masih banyak hewan kurban yang belum terjual. Padahal, Idul Adha tinggal menghitung hari.

Supadi, seorang pedagang hewan kurban yang telah berjualan selama 15 tahun, mengungkapkan bahwa tahun ini adalah masa tersepi yang pernah ia alami, kecuali saat pandemi Covid-19 melanda. "Turun banyak, 50 persen. Dulu H-3 lebaran sapi sudah hampir habis, sekarang masih banyak sisa. Dari 24 ekor sapi, setengahnya lebih belum laku. Kambing juga sama, dulu 116 ekor tinggal sedikit, sekarang bawa 56 ekor, belum ada setengahnya yang terjual," keluhnya.
Untuk mengatasi sepinya pembeli, Supadi terpaksa memberikan diskon pada sapi-sapi Limousin miliknya yang dijual dengan harga antara Rp 24 juta hingga Rp 40 juta, tergantung berat badan. "Pembeli tahun ini lebih selektif. Kami kasih diskon, tapi tidak banyak, khawatir tidak untung. Kan ada biaya perawatan juga," ujarnya, seraya menambahkan bahwa sapi dan kambing yang dijualnya adalah hasil ternak sendiri di Kelurahan Madyopuro.
Kabul, pedagang hewan kurban lainnya, juga merasakan dampak penurunan penjualan. Hingga H-3 Idul Adha, ia baru berhasil menjual 11 ekor kambing dari total stok yang ada. "Baru laku 11 ekor, dulu tiga hari mau lebaran sudah laku 50-an. Sapi biasanya laku 20-an, sekarang cuma 7 ekor saja. Ini sudah dua pekan berjualan, jauh bedanya, turun setengahnya lebih," tutur pria berusia 54 tahun tersebut. Ia pun harus mencari cara agar dagangannya tetap laku di tengah kondisi pasar yang lesu.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar