55tv.co.id – Menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, pemerintah telah menetapkan target ambisius terkait stabilitas ekonomi rumah tangga. Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi khusus agar harga kebutuhan pokok di pasar tidak mengalami lonjakan harga selama periode libur panjang tersebut. Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat dapat merayakan momen akhir tahun dengan tenang tanpa harus terbebani oleh melambungnya harga pangan.

Related Post
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjadi garda terdepan dalam menjalankan mandat presiden tersebut. Pihak otoritas pangan menegaskan bahwa fokus utama pemerintah bukan sekadar menjaga agar harga tidak naik, melainkan berupaya mendorong terjadinya penurunan harga di tingkat konsumen. Hal ini diharapkan dapat memberikan napas lega bagi daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.

Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, menjelaskan bahwa arahan langsung dari Presiden Prabowo sangat jelas. Pemerintah ingin memastikan bahwa momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak menjadi beban ekonomi bagi rakyat kecil. Menurutnya, idealnya harga pangan justru menunjukkan tren penurunan agar masyarakat dapat menikmati hari raya dengan lebih sejahtera.
"Prinsipnya, Presiden menginginkan agar selama periode Natal dan Tahun Baru tidak ada kenaikan harga pangan. Bahkan, yang sebenarnya diharapkan adalah terjadinya penurunan harga di pasar," ujar Andriko dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah tidak hanya fokus pada pengendalian harga, tetapi juga pada aspek fundamental lainnya, yakni ketersediaan stok dan kelancaran rantai distribusi. Andriko menekankan bahwa stabilitas harga tidak akan tercapai jika pasokan barang di pasar terganggu atau distribusi dari produsen ke konsumen mengalami hambatan. Oleh karena itu, koordinasi antarlembaga akan diperketat guna memastikan stok pangan nasional tetap aman hingga awal tahun 2027.
Selain masalah pasokan, pemerintah juga memberikan peringatan keras terhadap praktik-praktik tidak sehat di pasar. Pengawasan akan diperkuat secara masif untuk mencegah adanya oknum yang mencoba melakukan spekulasi harga. Salah satu komoditas yang menjadi perhatian utama adalah beras, mengingat peran krusialnya sebagai makanan pokok mayoritas penduduk Indonesia.
"Kami harus memastikan harga tetap stabil dan pasokan selalu tersedia. Tidak boleh ada pihak yang mencoba mempermainkan harga beras, karena komoditas ini menyangkut hajat hidup orang banyak," tegas Andriko.
Dengan pengawasan yang lebih ketat dan manajemen stok yang terukur, pemerintah optimis dapat meredam gejolak harga di pasar tradisional maupun modern. Langkah preventif ini diharapkan mampu menciptakan iklim ekonomi yang kondusif, sehingga perayaan akhir tahun dapat berjalan dengan lancar dan penuh kegembiraan bagi seluruh lapisan masyarakat.










Tinggalkan komentar