55tv.co.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan performa yang kurang menggembirakan pada penutupan perdagangan pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau mengalami koreksi cukup signifikan dengan ditutup melemah ke level 6.241 pada sesi perdagangan Jumat (25/9/2026).

Related Post
Berdasarkan data pasar, IHSG merosot sebesar 56,72 poin atau setara dengan penurunan sebesar 0,90 persen. Penurunan ini membawa indeks ke zona merah, menandakan adanya tekanan jual yang cukup kuat dari para investor di penghujung pekan. Kondisi ini mencerminkan sentimen negatif yang melanda pasar saham domestik sepanjang hari ini.

Jika menilik komposisi pergerakan saham, dominasi tekanan jual terlihat sangat nyata. Dari total emiten yang diperdagangkan, tercatat sebanyak 587 saham mengalami penurunan harga. Sementara itu, hanya terdapat 122 saham yang mampu bertahan dan bergerak menguat, serta 254 saham lainnya yang harganya cenderung stagnan atau tidak mengalami perubahan berarti.
Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini tergolong cukup ramai. Nilai transaksi perdagangan tercatat mencapai angka Rp9,3 triliun, dengan volume sebanyak 26,2 miliar saham yang berpindah tangan. Meskipun volume transaksi cukup besar, hal tersebut tidak mampu menahan laju penurunan indeks yang terus merosot.
Kondisi pelemahan ini tidak hanya terjadi pada indeks utama, tetapi juga merambat ke berbagai indeks saham lainnya. Indeks LQ45, yang berisi saham-saham dengan likuiditas tinggi, terkoreksi 0,34 persen ke level 621. Indeks JII turut melemah 0,92 persen ke posisi 372. Selain itu, indeks IDX30 juga turun 0,33 persen ke level 344, dan indeks MNC36 menyusul turun 0,44 persen ke angka 269.
Secara sektoral, hampir seluruh sektor di bursa saham Indonesia berada dalam tekanan. Tidak ada satu pun sektor yang berhasil mencatatkan performa positif. Sektor energi, keuangan, properti, hingga teknologi semuanya berakhir di zona merah. Sektor lain seperti konsumer non-siklikal, bahan baku, transportasi, industri, konsumer siklikal, infrastruktur, serta kesehatan juga turut terseret dalam arus pelemahan ini.
Meski pasar secara keseluruhan lesu, terdapat beberapa saham yang justru mencatatkan lonjakan harga yang fantastis. PT Martina Berto Tbk (MBTO) menjadi salah satu bintang dengan kenaikan tajam sebesar 34,64 persen ke level Rp206. Menyusul di posisi berikutnya, Reksa Dana Syariah Indeks Simas ETF JII melonjak 32,81 persen ke harga Rp85. Selain itu, saham PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) juga menunjukkan performa impresif dengan kenaikan 24,83 persen ke level Rp905.
Para pelaku pasar kini tengah memantau perkembangan kondisi ekonomi global dan domestik untuk melihat apakah tren pelemahan ini akan berlanjut pada pekan depan atau justru menjadi momentum untuk melakukan aksi beli.








Tinggalkan komentar