Jakarta Geger! Raperda Kawasan Tanpa Rokok Ancam ‘Bunuh’ Industri Event, Miliaran Rupiah Sponsor Terancam Hangus? Pengusaha Menjerit!

Jakarta Geger! Raperda Kawasan Tanpa Rokok Ancam 'Bunuh' Industri Event, Miliaran Rupiah Sponsor Terancam Hangus? Pengusaha Menjerit!

55 NEWS – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang tengah digodok di DKI Jakarta memicu gelombang kekhawatiran serius di kalangan pelaku industri. Aturan yang bertujuan menciptakan lingkungan bebas asap rokok ini justru dinilai berpotensi menimbulkan dampak ekonomi yang masif, terutama bagi sektor penyelenggara acara atau event yang selama ini menjadi salah satu denyut nadi ekonomi kreatif ibu kota.

COLLABMEDIANET

Evan Saepul Rohman, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Industri Event Indonesia (Ivendo), menyuarakan keberatan kuat dari asosiasinya. Ia menyoroti bagaimana banyak penyelenggara event memiliki hak kekayaan intelektual (IP event) yang telah dibangun dan berjalan selama bertahun-tahun, dengan dukungan finansial terbesar berasal dari industri rokok. "Jika pembatasan ini diterapkan secara menyeluruh, termasuk larangan sponsor, maka dipastikan sektor kami akan lumpuh total," ujar Evan dengan nada tegas, seperti dikutip dari 55tv.co.id.

Jakarta Geger! Raperda Kawasan Tanpa Rokok Ancam 'Bunuh' Industri Event, Miliaran Rupiah Sponsor Terancam Hangus? Pengusaha Menjerit!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menurut Evan, mayoritas permodalan untuk penyelenggaraan event-event berskala besar seringkali bergantung pada sponsor tunggal dari produk rokok. Hilangnya sumber pendanaan vital ini akibat pelarangan menyeluruh, termasuk klausul pelarangan sponsorship, akan menciptakan jurang finansial yang tak terisi dan mengancam keberlangsungan industri. Ini bukan hanya soal profit, melainkan eksistensi ribuan event yang melibatkan rantai pasok luas, mulai dari pekerja kreatif, logistik, hingga UMKM pendukung.

Meski demikian, Evan mengakui bahwa Panitia Khusus (Pansus) Raperda KTR DPRD DKI Jakarta telah berupaya melakukan pertemuan dan menyerap aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pihak-pihak yang menyuarakan penolakan. Namun, ia menyayangkan bahwa masukan-masukan krusial tersebut dinilai belum terakomodasi secara memadai dalam draf peraturan daerah yang sedang disusun. Ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai keseimbangan antara tujuan kesehatan publik dan keberlanjutan sektor ekonomi kreatif yang selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian ibu kota. Nasib ribuan pekerja dan ekosistem industri event yang kompleks kini berada di ujung tanduk, menanti keputusan final dari regulasi ini.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar