55tv.co.id – Kabar gembira datang dari Nusa Tenggara Timur setelah guncangan gempa bumi magnitudo 7,7. Seluruh ruas jalan nasional, terutama yang menjadi urat nadi Jalur Trans Flores, kini telah kembali beroperasi normal. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan konektivitas vital antarwilayah di Pulau Flores kembali lancar, memungkinkan mobilitas masyarakat bergerak tanpa hambatan berarti.

Related Post
Menteri PUPR Dody Hanggodo menekankan pentingnya percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana. Dalam pernyataannya pada Selasa 18 Agustus 2026 Dody menginstruksikan timnya untuk segera turun ke lapangan berkoordinasi dengan dinas terkait dan langsung bekerja. "Kita harus bangkit secepatnya" tegasnya menyoroti komitmen pemerintah dalam mengembalikan fungsi jalan demi aktivitas warga.

Hingga 16 Agustus 2026 sembilan ruas jalan nasional yang sempat terimbas gempa telah berhasil dipulihkan. Delapan di antaranya merupakan bagian krusial dari Jalur Trans Flores yang membentang dari Labuan Bajo Ende hingga Maumere. Tak hanya itu ruas Ruteng–Reo–Kedindi juga sudah bisa dilalui membuka kembali akses transportasi bagi penduduk di area terdampak.
Sebelumnya kerusakan akibat gempa meliputi puluhan titik longsoran retakan pada badan jalan serta gangguan pada beberapa jembatan dan plat duiker. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT sigap menangani 40 titik longsoran dan memulihkan empat titik patahan badan jalan yang sempat mengganggu.
Meskipun lima titik kerusakan jembatan dan plat duiker masih dalam proses perbaikan kondisi tersebut tidak lagi menghambat kelancaran arus lalu lintas. Untuk mempercepat proses pemulihan BPJN NTT telah mengerahkan armada alat berat termasuk tujuh unit ekskavator dan empat unit loader. Peralatan ini vital untuk membersihkan material longsor dan memastikan akses jalan tetap terbuka lebar bagi masyarakat.










Tinggalkan komentar