55tv.co.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pembukaan hutan untuk lahan etanol hanya akan menjadi pilihan paling akhir. Pemerintah memiliki strategi jitu dengan mengoptimalkan lahan yang sudah tersedia demi ambisi kedaulatan energi nasional.

Related Post
Amran mengungkapkan pemerintah akan terlebih dahulu memilah lahan seluas 1 hingga 2 juta hektare dari area yang sudah ada. Ini termasuk melirik potensi sekitar 20 juta hektare lahan yang sebelumnya dialokasikan untuk reforestasi atau program agroforestri tanaman pangan. Dari jumlah tersebut, akan dipilih area yang paling cocok untuk pengembangan bahan baku etanol.

"Kami tidak akan langsung membabat hutan. Itu adalah opsi terakhir. Prioritas utama adalah memanfaatkan lahan yang sudah ada," jelasnya dalam sebuah konferensi pers di Jakarta pada Senin 21 September 2026.
Selain itu, Amran juga menyebut pemerintah akan menyaring kembali sekitar 1,3 juta hektare lahan yang sebelumnya telah dilepas statusnya. Lahan-lahan ini akan dievaluasi kecocokannya, khususnya untuk penanaman tebu sebagai salah satu bahan baku utama etanol.
"Jika lahan tersebut sesuai untuk tebu, maka itu yang akan kami gunakan. Pembukaan hutan adalah langkah paling akhir. Kami berkomitmen menjaga lingkungan sekaligus mewujudkan kemandirian energi," tambahnya.
Penyediaan lahan ini diarahkan untuk menunjang produksi etanol dari singkong tebu dan jagung. Program ini merupakan bagian integral dari inisiatif pemerintah untuk mencapai kedaulatan energi di masa depan.










Tinggalkan komentar