55 NEWS – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, memberikan pengakuan mengejutkan terkait gaya kepemimpinan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurutnya, kebijakan "koboi" yang diterapkan Menkeu Purbaya mulai menunjukkan hasil positif dalam sebulan terakhir. Hal ini memicu harapan baru terkait pengurangan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di masa depan.

Related Post
Said Abdullah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Bank Indonesia dalam merealisasikan bauran kebijakan fiskal yang efektif. Ia mengakui tantangan dalam mencari pendanaan di pasar keuangan melalui Surat Berharga Negara (SBN), terutama dengan kebutuhan menjaga likuiditas perbankan agar tersalurkan ke sektor riil.

Dalam Rapat Paripurna yang digelar pada Selasa (23/9/2025), Said mengungkapkan penetapan suku bunga SBN 2026 pada level moderat 6,9 persen. Angka ini dianggap sebagai batas atas psikologis. Namun, ia menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan Menkeu Purbaya dalam melonggarkan kebijakan uang ketat.
"Kita yakin gaya koboi Menkeu kita bisa melonggarkan kebijakan uang ketat dan terbukti dalam sebulan ini. Kondisi kita harapkan terus berlanjut sehingga suku bunga SBN tahun depan bisa lebih rendah dan biaya yang ditanggung APBN akan semakin rendah," tegas Said.
Sebelumnya, Pemerintah dan Banggar DPR RI telah menyepakati usulan postur APBN Tahun 2026. Kesepakatan ini menjadi landasan penting dalam pengelolaan keuangan negara di tahun mendatang.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar