55 NEWS – PT Pertamina (Persero) mengambil langkah strategis untuk memastikan stabilitas pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di pasar domestik. Raksasa energi nasional ini menyuplai 100 ribu barel BBM murni (base fuel) kepada Shell Indonesia, sebagai solusi atas kekurangan stok yang dialami perusahaan tersebut di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) miliknya.

Related Post
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, mengungkapkan bahwa kesepakatan antara Shell Indonesia dan Pertamina Patra Niaga ini mencakup pembelian satu kargo BBM, setara dengan 100 ribu barel. Kargo tersebut telah diberangkatkan dari terminal pengiriman dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada 25 November 2025.

"Shell sudah ada kesepakatan dengan Pertamina, rencananya lebih kurang 100 ribu barel," ujar Yuliot di Jakarta, mengonfirmasi kerja sama penting ini.
Pasokan tambahan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan stok BBM Shell Indonesia hingga akhir tahun 2025. Dengan demikian, konsumen tidak perlu khawatir akan potensi kelangkaan BBM di SPBU Shell menjelang pergantian tahun. Setelah periode ini, Shell akan kembali mendapatkan kuota impor BBM untuk tahun 2026.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, sebelumnya menyatakan bahwa empat operator SPBU swasta telah menyetujui pembelian impor BBM melalui Pertamina Patra Niaga. Langkah ini diambil untuk mengamankan pasokan BBM hingga akhir tahun 2025.
Selain Shell, BP-AKR juga telah menerima pengiriman dua kargo BBM dan sedang menunggu kedatangan kargo ketiga. Vivo juga telah menyelesaikan negosiasi kontrak pembelian BBM dengan Pertamina. Sementara itu, Exxon memutuskan untuk tidak membeli BBM dari Pertamina karena stok yang mereka miliki masih mencukupi hingga akhir tahun.
Dengan adanya sinergi antara Pertamina dan operator SPBU swasta, pemerintah berharap stabilitas pasokan BBM di seluruh Indonesia dapat terjaga, memberikan kepastian bagi konsumen dan mendukung aktivitas ekonomi nasional. Langkah ini juga menunjukkan komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional dan mendukung kelancaran bisnis para pelaku industri hilir migas.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar