55tv.co.id – Kursi pimpinan Badan Gizi Nasional BGN kini kosong setelah Nanik S Deyang memutuskan untuk melepas jabatannya. Keputusan mengejutkan ini langsung memicu reaksi dari Dewan Perwakilan Rakyat DPR yang mendesak pemerintah agar segera menunjuk pengganti definitif. Pasalnya keberlanjutan program vital bagi jutaan rakyat Indonesia dipertaruhkan.

Related Post
Anggota Komisi IX DPR Nurhadi menyatakan rasa hormatnya atas pilihan Nanik yang mundur karena alasan kesehatan. Informasi yang beredar menyebutkan Nanik perlu menjalani pengobatan jantung di luar negeri dan telah menyampaikan langsung keputusannya kepada Presiden. Nurhadi mendoakan agar Nanik segera pulih dan dapat kembali beraktivitas.

Namun di sisi lain Nurhadi menegaskan bahwa transisi kepemimpinan di BGN tidak boleh sedikit pun mengganggu jalannya Program Makan Bergizi Gratis MBG. Skema ini menjadi tulang punggung pemenuhan gizi bagi jutaan anak Indonesia ibu hamil ibu menyusui serta kelompok rentan lainnya yang sangat bergantung pada layanan pemerintah. Stabilitas kepemimpinan dan tata kelola yang pasti dianggap krusial demi menjaga keberhasilan inisiatif ini.
Komisi IX DPR RI pun secara tegas meminta pemerintah untuk segera menunjuk pimpinan definitif. Sosok yang dicari harus memiliki kapasitas integritas dan kemampuan untuk menjamin kesinambungan program. Ini penting agar tidak terjadi kekosongan dalam pengambilan keputusan yang bisa berdampak fatal.
Badan Gizi Nasional sendiri menghadapi segudang tantangan besar. Mulai dari penguatan tata kelola peningkatan kualitas asupan makanan pengawasan ketat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG hingga memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran negara yang nilainya fantastis. Semua ini membutuhkan nahkoda yang kuat dan visioner.










Tinggalkan komentar