55 NEWS – Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan diproyeksikan menjadi kunci utama dalam mewujudkan kemandirian energi Indonesia. Kilang minyak terbesar di tanah air ini dijadwalkan akan diresmikan pada 17 Desember 2025, menandai era baru dalam ketahanan energi nasional.

Related Post
Ketua Komisi VII DPR, Bambang Patijaya, menegaskan bahwa RDMP Balikpapan adalah bukti nyata sinergi pemerintah dan Pertamina dalam memperkuat ketahanan energi. Peningkatan kapasitas kilang serta pengurangan ketergantungan pada impor Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi fokus utama proyek strategis ini.

Pertamina, sebagai operator yang ditunjuk pemerintah, memegang mandat penting untuk memastikan Indonesia memiliki infrastruktur pengolahan minyak yang mumpuni. Penambahan kapasitas produksi kilang Balikpapan dari 260 ribu barel per hari (bph) menjadi 360 ribu bph merupakan langkah signifikan yang akan berdampak langsung pada penurunan impor berbagai jenis BBM. Dengan peningkatan ini, RDMP Balikpapan akan menjadi proyek kilang terbesar di Indonesia.
"RDMP ini adalah bagian integral dari upaya mencapai kemandirian energi. Dengan kapasitas yang ditingkatkan, impor akan berkurang, dan kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan domestik akan semakin kuat," ujar Bambang di Jakarta, Senin (1/12/2025).
Lebih lanjut, RDMP Balikpapan juga memegang peranan penting dalam menghasilkan produk BBM dengan standar Euro V. Kemampuan menghasilkan bahan bakar rendah sulfur ini akan meningkatkan kualitas lingkungan, menekan polusi, dan membawa Indonesia sejajar dengan standar energi global.
"RDMP akan menciptakan produk-produk berstandar Euro V yang lebih bersih dan low sulfur. Ini bukan sekadar peningkatan kilang, tetapi transformasi menuju kualitas energi yang lebih baik," pungkasnya. Proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional dan lingkungan hidup. Informasi lebih lanjut mengenai RDMP Balikpapan dapat diakses melalui 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar