Kilang Balikpapan Berubah Wajah! Siap Selamatkan Rp1.134 Triliun Devisa Negara?

Kilang Balikpapan Berubah Wajah! Siap Selamatkan Rp1.134 Triliun Devisa Negara?

55 NEWS – Modernisasi Kilang Balikpapan oleh Pertamina menjadi langkah krusial dalam memperkuat industri kilang nasional dan mempercepat hilirisasi migas di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, yang menekankan peran strategis industri kilang dalam perekonomian Indonesia. Modernisasi Kilang Balikpapan dianggap sebagai jawaban tepat untuk memenuhi kebutuhan energi nasional yang terus meningkat.

COLLABMEDIANET

Komaidi menjelaskan bahwa industri kilang telah menjadi pilar utama perekonomian sejak awal pembangunan nasional. Hilirisasi migas memberikan dampak ekonomi signifikan, baik secara langsung maupun tidak langsung. RDMP Balikpapan adalah proyek strategis yang memperkuat fondasi hilirisasi tersebut.

 Kilang Balikpapan Berubah Wajah! Siap Selamatkan Rp1.134 Triliun Devisa Negara?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Berdasarkan analisis ReforMiner, hilirisasi migas memiliki efek berganda yang luas. Setiap investasi Rp1 triliun di industri kilang dapat menciptakan manfaat ekonomi hingga Rp9,16 triliun di berbagai sektor. Dengan nilai investasi RDMP Balikpapan yang mencapai lebih dari USD7 miliar, proyek ini berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru yang akan memperkuat daerah dan nasional.

"Dari sisi keterkaitan, industri kilang memiliki jaringan yang sangat luas. Ada 93 sektor ekonomi yang memasok input ke kilang, dan 183 sektor lain yang memakai produk kilang. Jadi, ketika kapasitas kilang naik, efeknya langsung menggerakkan hampir seluruh struktur ekonomi nasional," jelas Komaidi.

RDMP Balikpapan akan meningkatkan kapasitas produksi dari sekitar 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari, sekaligus memproduksi BBM berstandar Euro V dengan kandungan sulfur di bawah 10 ppm. Teknologi baru seperti Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC), Naptha Block, dan Hydrotreating Unit akan memastikan kualitas produk yang lebih ramah lingkungan.

Komaidi menilai modernisasi kilang ini sangat relevan dengan tantangan energi nasional. Saat ini, Indonesia masih harus mengimpor sekitar 0,4 juta barel per hari BBM untuk memenuhi kebutuhan yang mencapai 1,5 juta barel per hari. Peningkatan kapasitas RDMP Balikpapan akan menekan angka impor dan memperbaiki neraca perdagangan migas. Potensi penghematan devisa impor diperkirakan mencapai Rp1.134 triliun.

"Proyek ini tidak hanya modernisasi kilang, tetapi juga penguatan ketahanan energi nasional. Impor BBM yang selama ini menekan devisa negara bisa dikurangi secara signifikan. Di saat yang sama, Indonesia akan memiliki produk BBM berkualitas lebih baik, berstandar Euro V, dan lebih ramah lingkungan," tegasnya. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian energi Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada impor BBM.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar