55tv.co.id – Kabar mengejutkan datang dari sektor penerbangan nasional. Lebih dari 150 ribu calon penumpang terpaksa membatalkan rencana perjalanan udara mereka. Ini adalah imbas langsung dari erupsi dahsyat Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan enam bandara utama di Indonesia menghentikan operasionalnya. Data ini diungkapkan oleh Kementerian Perhubungan, menyoroti skala gangguan yang melumpuhkan sebagian besar aktivitas penerbangan.

Related Post
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa letusan gunung berapi tersebut telah mengakibatkan sekitar 467 jadwal penerbangan mengalami penundaan atau bahkan pembatalan total. Situasi cuaca yang belum kondusif dan sebaran abu vulkanik menjadi alasan utama di balik keputusan sulit ini. "Ada sekitar 150 ribuan penumpang yang terkena dampak, dari sekitar 467 penerbangan yang terganggu. Angka ini berasal dari keenam bandara yang terpaksa kami tutup," ujar Dudy saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (6/9/2026).

Enam gerbang udara vital yang terdampak penutupan sementara meliputi Bandara Radin Inten di Lampung, Soekarno-Hatta di Tangerang, Halim Perdanakusuma di Jakarta, Pondok Cabe, Budiarto, serta Husein Sastranegara di Bandung. Penutupan ini dilakukan setelah terdeteksinya debu vulkanik yang membahayakan keselamatan penerbangan.
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan kini memfokuskan upaya pada penanganan para penumpang yang terkena musibah ini. Prioritas utama adalah memastikan hak-hak mereka terpenuhi, termasuk proses pengembalian dana tiket atau refund bagi penerbangan yang dibatalkan. "Fokus utama kami saat ini adalah bagaimana menjamin hak-hak penumpang, terutama terkait pengembalian biaya tiket," tegas Dudy.
Selain itu, pihak Kementerian Perhubungan juga telah menginstruksikan seluruh maskapai penerbangan untuk secara proaktif memberitahukan kepada penumpang agar tidak perlu datang ke bandara. Imbauan ini bertujuan untuk menghindari penumpukan dan antrean panjang, mengingat kondisi sebaran debu vulkanik dan cuaca yang masih sangat dinamis dan sulit diprediksi.










Tinggalkan komentar