55 NEWS – Gelombang pemadaman listrik bergilir yang menerjang sejumlah kawasan vital di Pulau Jawa telah memicu kekhawatiran mendalam di kalangan pemerintah, khususnya Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Fenomena ini, yang bukan sekadar gangguan teknis, kini mulai menunjukkan taringnya sebagai ancaman serius terhadap stabilitas produktivitas operasional dan kelangsungan ritme perekonomian masyarakat, terutama di sektor usaha mikro dan kecil.

Related Post
Maman Abdurrahman, Menteri UMKM, menggarisbawahi bahwa efek domino dari fluktuasi pasokan energi ini melampaui kerugian finansial di sektor formal. Dampaknya merambah hingga ke sendi-sendi kehidupan ekonomi harian masyarakat, terutama mereka yang sangat bergantung pada ketersediaan listrik untuk mata pencarian.

Lebih lanjut, Maman memperingatkan bahwa insiden pemadaman yang berulang kali terjadi merupakan sinyal peringatan dini akan adanya potensi risiko sistemik yang mengancam integritas sistem kelistrikan nasional. Oleh karena itu, pemerintah mendesak PT PLN (Persero) untuk segera melakukan pembenahan komprehensif, mulai dari tata kelola rantai pasok komoditas energi hingga peningkatan keandalan operasional internal.
Maman menyoroti secara spesifik dampak langsung yang dirasakan oleh pelaku UMKM, terutama yang bergerak di sektor makanan dan minuman. "Dampaknya pertama ke masyarakat, yang kedua ke UMKM. Misalnya mereka yang jualan es, pada saat mati (listrik), ya esnya cair. Enggak bisa jualan mereka. Terus (pedagang) frozen food dan segala macam. Ini saja yang sebetulnya, dampak sosialnya ke mana-mana," papar Maman saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (22/6/2026), seperti dilansir 55tv.co.id.
Ia menjelaskan, para pedagang kecil yang bisnisnya sangat bergantung pada sistem pendingin, seperti penjual es batu atau produk makanan beku, menjadi garda terdepan yang paling rentan terhadap guncangan ini. Terputusnya pasokan listrik secara tiba-tiba tidak hanya merusak bahan baku yang mudah busuk, tetapi juga secara langsung memicu kerugian finansial yang signifikan bagi mereka.
Maman menegaskan, tanpa adanya langkah korektif yang fundamental dalam tata kelola energi nasional, ancaman gangguan serupa akan terus menjadi momok yang membayangi. Kondisi ini berpotensi besar menjadi penghambat serius bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi rakyat di masa mendatang.
Editor: Akbar soaks








Tinggalkan komentar