55 NEWS – Lima paket stimulus ekonomi senilai Rp24,4 triliun yang digelontorkan pemerintah bulan ini diharapkan menjadi amunisi baru untuk mendongkrak daya beli masyarakat dan menggenjot konsumsi rumah tangga. Langkah ini dinilai strategis dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah gejolak ekonomi global yang semakin tak menentu.

Related Post
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, menyatakan keyakinannya bahwa stimulus ini akan memberikan dampak positif. "Kami optimis insentif-insentif ini akan membantu meningkatkan daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga," ujarnya dalam konferensi pers RDK Bulanan, Senin (2/6/2025).

Untuk memastikan program ini berjalan sukses, OJK mendorong sektor jasa keuangan untuk memainkan peran sentral, terutama dalam intermediasi yang efektif dan perluasan akses pembiayaan. Hal ini krusial agar stimulus benar-benar sampai ke tangan masyarakat dan pelaku usaha yang membutuhkan.
Lebih lanjut, Mahendra mengungkapkan bahwa OJK sedang merampungkan peraturan baru terkait akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Regulasi ini diharapkan dapat membuka keran kredit yang lebih lebar bagi UMKM, sehingga mereka dapat mengembangkan bisnisnya dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
"Secara khusus, kami informasikan bahwa peraturan OJK tentang akses pembiayaan UMKM sedang dalam tahap finalisasi setelah melalui konsultasi dengan DPR," tambahnya. Peraturan ini menjadi angin segar bagi UMKM yang selama ini kesulitan mendapatkan akses pembiayaan dari lembaga keuangan formal. Informasi ini dilansir dari 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar