55tv.co.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melontarkan optimisme tinggi terhadap masa depan industri otomotif nasional. Ia meyakini bahwa Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk tidak sekadar menjadi pasar bagi merek global, tetapi mampu berdiri tegak sebagai produsen yang mandiri dan kompetitif.

Related Post
Menurut AHY, kunci utama untuk mewujudkan kemandirian tersebut adalah dengan memberikan dukungan nyata terhadap penggunaan produk-produk hasil karya anak bangsa. Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem di mana produk dalam negeri menjadi pilihan utama, baik untuk kebutuhan pemerintah maupun masyarakat luas.

Sebagai bentuk dukungan konkret, AHY mengungkapkan bahwa dirinya telah mulai menggunakan kendaraan produksi dalam negeri untuk menjalankan tugas negara. Ia secara khusus menyebut penggunaan Maung Garuda, sebuah kendaraan taktis produksi PT Pindad, sebagai kendaraan dinas operasionalnya.
Pengalaman pertama menggunakan kendaraan tersebut dirasakan AHY saat menghadiri agenda kenegaraan penting, yakni Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Senin (5/10/2026). Kehadirannya dengan kendaraan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan sebuah pesan simbolis untuk mempromosikan keunggulan industri pertahanan dan otomotif tanah air.
"Kemarin adalah momen perdana kami menggunakan Maung Garuda untuk menghadiri acara di Cilangkap. Ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan kita untuk terus mempromosikan produk serta memperkuat industri dalam negeri," ujar AHY saat memberikan keterangan di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Berbekal latar belakangnya yang pernah bertugas di militer, AHY memiliki kedekatan emosional dan pengalaman teknis dengan produk-produk PT Pindad. Ia mengaku sudah sangat akrab dengan berbagai kendaraan taktis buatan Pindad, mulai dari APC Anoa hingga kendaraan taktis Komodo yang telah teruji ketangguhannya.
Ia melihat adanya transformasi menarik di tubuh PT Pindad. Jika selama ini fokus utama perusahaan tersebut adalah memenuhi kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk pertahanan negara, kini Pindad mulai merambah ke pasar sipil melalui lini produk otomotif yang lebih luas.
Langkah ekspansi pasar ini, menurut AHY, merupakan implementasi langsung dari visi besar Presiden Prabowo Subianto. Presiden ingin memastikan bahwa Indonesia tidak hanya memiliki keunggulan kompetitif, tetapi juga mencapai kedaulatan penuh dalam sektor otomotif nasional.
"PT Pindad kini mulai menyasar kebutuhan sektor sipil. Ini sejalan dengan visi besar Bapak Presiden Prabowo Subianto, bahwa pada akhirnya Indonesia harus memiliki keunggulan, bahkan kemandirian penuh dalam industri otomotif," tambahnya.
Meski demikian, AHY tetap bersikap realistis. Ia menyadari bahwa jalan menuju kemandirian otomotif tidaklah instan dan penuh tantangan. Indonesia harus berhadapan langsung dengan raksasa otomotif dunia yang telah menguasai teknologi mutakhir dan memiliki skala produksi yang sangat masif. Tantangan teknologi dan persaingan global inilah yang harus dijawab dengan inovasi tiada henti agar produk lokal mampu bersaing di kancah internasional.










Tinggalkan komentar