Misi Besar Kadin Kejar Target Ekonomi 8 Persen

Misi Besar Kadin Kejar Target Ekonomi 8 Persen

55tv.co.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan kesiapannya untuk berdiri di garda terdepan dalam menyukseskan visi besar pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama dari komitmen ini adalah merealisasikan target ambisius pertumbuhan ekonomi nasional yang dipatok mencapai angka 8 persen.

COLLABMEDIANET

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata dunia usaha terhadap arah kebijakan ekonomi nasional. Pemerintah telah memproyeksikan sebuah peta jalan pertumbuhan yang bertahap, dimulai dari level 5,1 persen, kemudian meningkat ke 5,6 persen, menyentuh angka 6 persen pada tahun mendatang, hingga akhirnya mencapai puncak target di angka 8 persen.

Misi Besar Kadin Kejar Target Ekonomi 8 Persen
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan bahwa Kadin akan berkolaborasi erat dengan pemerintah dan parlemen untuk memastikan target tersebut bukan sekadar angka di atas kertas. Dalam peringatan HUT ke-58 Kadin yang digelar di Jakarta, Anindya menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mencapai cita-cita besar tersebut.

"Kadin ingin sekali bersama pemerintah dan parlemen memberikan dukungan penuh. Agar cita-cita Presiden Prabowo mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen bisa tercapai secara bertahap," ungkap Anindya dalam keterangannya, Kamis (8/10/2026).

Menurut Anindya, meskipun target 8 persen terlihat sangat menantang, hal tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diraih. Dibutuhkan keberanian dari para pelaku usaha untuk mengambil peluang di tengah ketidakpastian dan keraguan pasar global. Ia melihat momentum transisi pemerintahan saat ini justru menjadi peluang emas bagi dunia usaha untuk melakukan ekspansi bisnis secara agresif dan terukur.

Lebih lanjut, Kadin meyakini bahwa akselerasi ekonomi ini sangat realistis karena peran sektor swasta yang sangat dominan. Dalam struktur ekonomi nasional, sektor swasta memegang kendali utama dalam menggerakkan roda perekonomian. Hal ini dikarenakan keterbatasan anggaran negara dalam memacu pertumbuhan ekonomi secara mandiri.

Anindya menjelaskan bahwa kontribusi belanja pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hanya berkisar di angka delapan persen. Artinya, sisa besar dari penggerak ekonomi nasional sangat bergantung pada aktivitas dunia usaha, mulai dari konsumsi domestik, aktivitas ekspor-impor, hingga arus investasi yang harus terus dipacu secara masif.

Selain fokus pada pertumbuhan, Kadin juga tengah memperjuangkan penguatan posisi kelembagaan melalui pembahasan pembaruan regulasi di DPR. Langkah ini bertujuan untuk mempertegas posisi tawar Kadin dalam proses pengambilan kebijakan nasional. Melalui perubahan undang-undang yang sedang digodok, Kadin berharap dapat dilibatkan sejak tahap awal perumusan regulasi.

Selain itu, Kadin juga berkomitmen untuk menjaga kemandirian operasionalnya tanpa bergantung pada APBN, terutama dalam program-program strategis seperti pelatihan profesi. Dengan penguatan regulasi ini, Kadin optimis dapat memperbesar kapasitas kontribusinya terhadap stabilitas dan kemajuan ekonomi nasional di masa depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar