55 NEWS – JAKARTA – Kabar gembira menyelimuti masyarakat jelang perayaan Natal 2025. Sejumlah komoditas pangan pokok dilaporkan mengalami penurunan harga yang signifikan, memberikan angin segar bagi daya beli konsumen di tengah persiapan libur akhir tahun. Data terbaru dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Senin, 15 Desember 2025, menunjukkan tren deflasi pada berbagai item penting, mulai dari beras hingga minyak goreng.

Related Post
Menurut pantauan Bapanas, harga beras premium terkoreksi 1,72 persen, kini berada di level Rp15.272 per kilogram. Beras medium juga menunjukkan penurunan 2,00 persen menjadi Rp13.263 per kilogram, sementara varietas beras SPHP turun 1,27 persen ke angka Rp12.313 per kilogram. Komoditas jagung mengalami penurunan yang cukup drastis sebesar 6,88 persen, kini dibanderol Rp6.506 per kilogram. Kedelai biji kering impor juga tidak luput dari koreksi harga, turun 1,89 persen menjadi Rp10.597 per kilogram.

Sektor bumbu dapur, yang kerap menjadi penyumbang inflasi, justru menunjukkan tren positif. Bawang merah tercatat turun 7,63 persen, kini dibanderol Rp45.174 per kilogram. Bawang putih juga mengalami koreksi 2,22 persen menjadi Rp35.854 per kilogram. Lebih lanjut, harga cabai juga kompak melorot. Cabai merah keriting turun 4,06 persen menjadi Rp60.489 per kilogram, cabai merah besar anjlok 10,63 persen menjadi Rp50.079 per kilogram, dan cabai rawit merah turun 5,53 persen menjadi Rp69.411 per kilogram.
Untuk kategori protein hewani, daging sapi murni sedikit terkoreksi 0,30 persen menjadi Rp135.140 per kilogram. Penurunan yang lebih terasa terjadi pada daging ayam ras, yang turun 0,98 persen menjadi Rp39.537 per kilogram, serta telur ayam ras yang melorot 1,46 persen ke angka Rp30.997 per kilogram. Gula konsumsi juga tidak ketinggalan, turun 1,12 persen menjadi Rp17.892 per kilogram.
Minyak goreng, sebagai kebutuhan pokok rumah tangga, juga mengalami penurunan harga yang patut dicatat. Minyak goreng kemasan turun 2,50 persen menjadi Rp20.480 per liter, minyak goreng curah turun 1,49 persen menjadi Rp17.370 per liter, dan produk Minyakita turun 2,86 persen menjadi Rp17.076 per liter. Terakhir, tepung terigu curah turun 1,84 persen menjadi Rp9.564 per kilogram, sementara tepung terigu kemasan turun 3,90 persen menjadi Rp12.431 per kilogram.
Fenomena penurunan harga pangan ini diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran masyarakat menjelang puncak perayaan Natal dan Tahun Baru. Stabilitas harga komoditas strategis ini menjadi indikator positif bagi upaya pemerintah dalam menjaga inflasi dan memastikan ketersediaan pasokan yang memadai. Para pelaku pasar dan konsumen menyambut baik tren ini, berharap momentum positif dapat terus terjaga hingga pergantian tahun, sebagaimana dilaporkan oleh 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar