Nataru 2025/2026 Gagal Dongkrak Okupansi Hotel? PHRI Ungkap ‘Biang Kerok’ Tak Terduga yang Bikin Pengusaha Pusing Tujuh Keliling!

Nataru 2025/2026 Gagal Dongkrak Okupansi Hotel? PHRI Ungkap 'Biang Kerok' Tak Terduga yang Bikin Pengusaha Pusing Tujuh Keliling!

55 NEWS – Sektor perhotelan nasional tampaknya harus menelan pil pahit menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Alih-alih menjadi momentum kebangkitan yang dinanti, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) justru mengindikasikan bahwa Nataru kali ini belum cukup kuat untuk mendongkrak kinerja okupansi secara signifikan. Berbagai tantangan struktural dan situasional disebut masih membayangi prospek industri ini hingga akhir tahun fiskal.

COLLABMEDIANET

Sekretaris Jenderal PHRI, Maulana Yusran, menjelaskan bahwa meskipun secara historis periode Nataru selalu menjadi pendorong utama kenaikan okupansi, kondisi tahun 2025 berbeda drastis. Industri perhotelan telah menghadapi tren pelemahan yang konsisten sepanjang tahun. "Kalau kita lihat secara nasional, rata-rata okupansi hotel tahun ini masih berkisar 47 persen, bahkan secara year-on-year menunjukkan penurunan hampir 5 persen," ungkap Maulana Yusran kepada 55tv.co.id di Jakarta, Jumat (26/12/2025), memberikan gambaran suram tentang kondisi fundamental sektor ini.

Nataru 2025/2026 Gagal Dongkrak Okupansi Hotel? PHRI Ungkap 'Biang Kerok' Tak Terduga yang Bikin Pengusaha Pusing Tujuh Keliling!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Meski ada secercah optimisme bahwa beberapa destinasi wisata unggulan bisa mencapai okupansi hingga 80 persen selama Nataru, harapan tersebut terganjal oleh realitas pahit di sejumlah wilayah lain. Bencana alam menjadi faktor krusial yang diprediksi akan menyebabkan penurunan tajam di daerah-daerah yang biasanya menjadi primadona wisatawan nusantara saat libur akhir tahun.

Maulana Yusran secara spesifik menyoroti Sumatera Barat dan Sumatera Utara, dua provinsi yang kerap menjadi tujuan favorit saat libur akhir tahun. Kedua wilayah ini kini menghadapi hambatan besar akibat dampak bencana alam yang melanda. "Tentu saja, tahun ini mereka (wilayah terdampak bencana) akan jauh terpuruk pertumbuhannya, karena akses jalannya juga terkendala," jelasnya. Kerusakan infrastruktur dan terganggunya jalur transportasi secara langsung menekan minat kunjungan wisatawan, menciptakan pukulan ganda bagi sektor perhotelan di sana yang bergantung pada mobilitas dan aksesibilitas.

Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun periode liburan panjang biasanya menjadi penyelamat, kompleksitas masalah yang dihadapi industri perhotelan di tahun 2025, terutama akibat faktor eksternal tak terduga seperti bencana alam, membuat momentum Nataru 2025/2026 tidak sekuat yang diharapkan, bahkan cenderung memperparah kondisi di beberapa daerah.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar