55tv.co.id – Fenomena belanja daring telah mengubah lanskap kebutuhan sehari-hari masyarakat Indonesia. Kemudahan dan efisiensi menjadi pendorong utama, membuat produk seperti fesyen, perawatan kulit, aksesori gawai, hingga alat tulis kini lebih sering diburu melalui platform digital. Menariknya, mayoritas barang-barang yang dibeli secara online ini memiliki bobot yang sangat ringan, seringkali di bawah 300 gram.

Related Post
Namun, di balik kepraktisan berbelanja, muncul keluhan umum dari para konsumen. Mereka kerap dikenakan tarif pengiriman minimum 1 kilogram, padahal paket yang dikirimkan jauh lebih ringan. Situasi ini memicu rasa tidak sebanding antara biaya ongkos kirim dengan berat barang, bahkan tak jarang disebut sebagai "bayar angin" oleh sebagian pelanggan.

Tren peningkatan pengiriman paket berbobot minim ini secara langsung memengaruhi dinamika industri logistik. Kebutuhan akan layanan yang lebih adaptif dan efisien untuk kiriman ringan semakin mendesak. Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto, pada Selasa (4/8/2026), mengakui adanya lonjakan signifikan dalam volume paket ringan. "Pengiriman paket ringan meningkat, namun banyak pelanggan mengeluh karena bayar ongkirnya tetap untuk 1 kg yang dirasa kurang efisien, bahkan beberapa pelanggan menyebutnya bayar angin," ujarnya.
Menanggapi tantangan dan kebutuhan pasar yang berkembang ini, Lion Parcel berinovasi dengan meluncurkan layanan khusus. Inisiatif ini dirancang untuk mengakomodasi pengiriman paket dengan berat di bawah 300 gram, menawarkan solusi yang lebih adil dan efisien bagi para pengguna jasa. Data internal perusahaan menunjukkan bahwa banyak item yang rutin dikirim masyarakat sebenarnya berbobot di bawah 300 gram, meskipun tak sedikit pelanggan yang tidak menyadari berat pasti dari paket mereka.








Tinggalkan komentar