55tv.co.id – Kabar gembira bagi para pemuda-pemudi Indonesia yang bercita-cita mengabdi kepada negara. Pemerintah telah menyiapkan ribuan kesempatan emas untuk bergabung sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melalui jalur sekolah kedinasan pada tahun 2026. Total 4.770 formasi siap diperebutkan, dengan pengumuman resmi pembukaan seleksi peserta didik dijadwalkan akan bergulir pada Agustus 2026 mendatang.

Related Post
Proses pendaftaran untuk jalur prestisius ini akan terpusat melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) yang dikelola oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Calon peserta dapat mengakses laman sscasn.bkn.go.id untuk memulai langkah awal mereka. Secara nasional, total kuota yang disiapkan mencapai 4.770 formasi, sebuah peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2025 yang hanya menyediakan 3.257 posisi. Ini menandakan peluang yang lebih besar bagi para pelamar.

Metode seleksi akan tetap mengandalkan Computer Assisted Test (CAT) yang telah terbukti efektif dalam menjamin transparansi dan keadilan. Penggunaan CAT secara konsisten berhasil menekan praktik-praktik tidak jujur seperti ‘titipan’ atau ‘joki’ yang merusak integritas seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN). Tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) direncanakan berlangsung pada September 2026. Sama seperti seleksi CASN pada umumnya, SKD jalur kedinasan akan menguji tiga aspek krusial: Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
Setelah berhasil melewati SKD, para pelamar akan menghadapi serangkaian seleksi lanjutan. Rincian jadwal serta materi tes tambahan akan ditentukan dan diumumkan secara mandiri oleh masing-masing institusi pendidikan kedinasan. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, dalam pernyataannya, menekankan pentingnya persiapan matang bagi seluruh calon peserta. Ia berpesan agar para pemuda-pemudi Indonesia yang berambisi mengabdi melalui jalur kedinasan mempersiapkan diri dengan optimal. "Seleksi ini bukan sekadar gerbang menuju status ASN, melainkan sebuah proses pembentukan karakter. Ini adalah tentang menyiapkan diri menjadi individu yang kompeten, berintegritas tinggi, dan disiplin dalam setiap pengabdian kepada masyarakat," tegas Rini di Jakarta.
Sebanyak sembilan instansi pemerintah telah menyatakan kesiapan untuk membuka formasi di bawah naungan mereka. Daftar instansi prestisius tersebut meliputi Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan (dengan 22 sekolah kedinasan), Kementerian Keuangan, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (termasuk Imigrasi dan Pemasyarakatan), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta Badan Intelijen Negara (BIN). Rini juga kembali mengingatkan para calon peserta agar menjalani seluruh tahapan seleksi dengan jujur dan mengandalkan kemampuan diri sendiri. "Jangan pernah tergoda atau mudah percaya pada pihak-pihak yang menawarkan janji kelulusan instan. Ingat, tidak ada jalan pintas untuk menjadi bagian dari birokrasi yang bersih dan berintegritas," pungkasnya.










Tinggalkan komentar