55 NEWS – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa penerimaan pajak negara masih jauh dari harapan. Hingga Oktober 2025, realisasi penerimaan pajak baru mencapai Rp1.459 triliun, atau sekitar 70,2% dari target yang ditetapkan sebesar Rp2.076,9 triliun.

Related Post
Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Purbaya menjelaskan bahwa kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih menjadi penyebab utama rendahnya penerimaan pajak. Ia berdalih bahwa peredaran uang di masyarakat masih lesu sejak tahun 2024, sehingga mempengaruhi setoran pajak.

"Saya banyak dikritik soal pajak, seolah-olah situasinya normal. Padahal, ekonomi kita belum sepenuhnya pulih hingga September kemarin. Oktober baru mulai membaik, tapi masih ada tekanan. Ini yang sedang kami perbaiki, jadi jangan diukur dengan standar normal," tegas Purbaya.
Menkeu Purbaya menolak anggapan bahwa ia tidak serius dalam menggenjot penerimaan pajak. Ia berpendapat bahwa menaikkan tarif pajak di tengah kondisi ekonomi yang sulit justru akan memperburuk situasi. Menurutnya, kebijakan yang tepat adalah memberikan stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Saya bisa saja menaikkan tarif pajak, tapi hasilnya pasti lebih buruk. Ekonomi sedang lesu, kalau kita bebani lagi, akan semakin terpuruk. Seharusnya kita memberikan stimulus besar-besaran," ujarnya.
Purbaya menegaskan bahwa ia tidak ingin semakin membebani keuangan masyarakat dan dunia usaha dengan menaikkan pajak di tengah situasi yang sulit ini. Pemerintah, kata dia, akan terus berupaya mencari solusi lain untuk meningkatkan penerimaan negara tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar