Pertemuan Trump-Xi Jinping Bayangi Wall Street! Investor Cemas?

Pertemuan Trump-Xi Jinping Bayangi Wall Street! Investor Cemas?

55 NEWS – Wall Street ditutup dengan hasil beragam pada perdagangan hari Rabu (4/6/2025) waktu setempat. Kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global dan tensi perdagangan AS-China menjadi sentimen utama yang mempengaruhi pergerakan pasar. Investor kini menanti pertemuan krusial antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di akhir pekan ini, berharap adanya titik terang dalam sengketa dagang yang berkepanjangan.

COLLABMEDIANET

Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan sebesar 92 poin atau 0,22%. Sementara itu, S&P 500 hanya naik tipis 0,01% dan NASDAQ Composite berhasil menguat 0,32%. Performa yang bervariasi ini mencerminkan ketidakpastian yang sedang melanda pasar.

 Pertemuan Trump-Xi Jinping Bayangi Wall Street! Investor Cemas?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Data ketenagakerjaan AS yang dirilis pada hari Rabu semakin menambah kekhawatiran. Laporan ADP menunjukkan bahwa penambahan tenaga kerja swasta di bulan Mei jauh di bawah ekspektasi, hanya 37.000 pekerjaan. Angka ini jauh lebih rendah dari revisi bulan April yang mencapai 60.000 pekerjaan. Laporan ADP ini menjadi indikasi awal sebelum rilis data ketenagakerjaan resmi dari Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja AS yang akan dirilis pada hari Jumat.

Pasar tenaga kerja yang melemah mencerminkan dampak dari ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh perang dagang. Data pemerintah pada hari Selasa menunjukkan bahwa terdapat 1,03 lowongan pekerjaan untuk setiap pengangguran pada bulan April, angka yang relatif stabil dibandingkan bulan Maret. Para analis 55tv.co.id memperkirakan bahwa data ketenagakerjaan yang lebih komprehensif pada hari Jumat akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi ekonomi AS.

Investor kini menantikan hasil pertemuan antara Trump dan Xi Jinping. Harapan akan adanya kesepakatan dagang yang dapat meredakan ketegangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi global menjadi fokus utama. Namun, risiko eskalasi konflik dagang tetap membayangi, dan pasar akan terus memantau perkembangan situasi dengan cermat.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar