PLTU Cirebon-1 Selamat dari "Maut"! Pemerintah Putar Otak, Ada Apa?

PLTU Cirebon-1 Selamat dari "Maut"! Pemerintah Putar Otak, Ada Apa?

55 NEWS – Rencana pemensiunan dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon-1 dengan kapasitas 660 MW dibatalkan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan perubahan ini didasari oleh pertimbangan teknis yang mendalam. PLTU Cirebon-1 dinilai masih memiliki usia operasional yang signifikan dan menggunakan teknologi super critical yang relatif lebih unggul dibandingkan PLTU lainnya.

COLLABMEDIANET

Airlangga menjelaskan bahwa penghentian PLTU Cirebon-1 saat ini dianggap prematur. Pemerintah kini tengah mencari alternatif PLTU lain yang lebih tua dan memiliki dampak lingkungan yang lebih besar untuk diprioritaskan dalam program pengakhiran operasi. "Salah satunya ada pertimbangan teknis, karena Cirebon itu salah satunya yang umurnya masih panjang, dan teknologinya juga sudah critical, super critical, dan relatif, Itu lebih baik sehingga nanti dicarikan alternatif lain yang usianya lebih tua, dan lebih terhadap lingkungannya memang sudah perlu di-retire. Alternatifnya PLTU juga," ujar Airlangga saat konferensi pers di kantornya, Jumat (5/12/2025).

 PLTU Cirebon-1 Selamat dari "Maut"! Pemerintah Putar Otak, Ada Apa?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Keputusan ini menimbulkan pertanyaan mengenai implementasi Permen ESDM Nomor 10/2025 yang mengatur peta jalan pengakhiran operasi PLTU demi mencapai target net-zero emission (NZE) 2060 atau lebih cepat. Meskipun Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyatakan komitmen untuk mendukung pensiun PLTU Cirebon-1, realisasinya masih belum jelas.

Di sisi lain, beredar kabar bahwa PLN mempertimbangkan pembatalan pensiun dini PLTU Cirebon-1 karena potensi biaya penalti yang sangat besar, diperkirakan mencapai Rp60 triliun selama lima tahun. Hal ini menambah kompleksitas dalam upaya transisi energi di Indonesia. Pembatalan ini menjadi sorotan, mengingat komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi karbon dan beralih ke energi yang lebih bersih. Pemerintah kini dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan antara kebutuhan energi, pertimbangan ekonomi, dan komitmen lingkungan.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar