55tv.co.id – Universitas Pelita Harapan UPH baru saja melantik dua profesor hukum terkemuka yang siap membawa pemikiran segar bagi lanskap hukum Indonesia. Salah satu yang paling menyorot perhatian adalah gagasan revolusioner Prof Fajar Sugianto yang mengusulkan reformasi total tata kelola Bursa Efek Indonesia demi kemandirian dan kepercayaan investor di tengah gejolak ekonomi global.

Related Post
Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul Upaya Mencapai Ketahanan Pasar Demutualisasi Bursa Efek Indonesia sebagai Paradigma Penyelarasan Tata Kelola Prof Fajar menegaskan pentingnya perubahan fundamental pada struktur BEI. Konsep demutualisasi disebutnya sebagai kunci untuk mengokohkan otonomi bursa meningkatkan jaminan legal serta membangun keyakinan pemodal. Namun ia mengingatkan keberhasilan ini mutlak bergantung pada tata kelola yang prima pengawasan yang kuat dan penegakan hukum yang konsisten tanpa pandang bulu.

Selain Prof Fajar Sugianto yang kini resmi menjadi Guru Besar Bidang Hukum Pasar Modal UPH juga mengangkat Prof Michelle Engel Limenta sebagai Guru Besar Bidang Hukum Perdagangan Internasional. Prof Michelle dalam pidatonya menyoroti bagaimana hukum perdagangan harus terus beradaptasi menjadi instrumen transformatif yang tanggap terhadap perubahan sosial teknologi dan tantangan pembangunan. Ia menekankan bahwa pendidikan hukum wajib mencetak lulusan yang tidak hanya mengerti aturan tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara bertanggung jawab demi kemaslahatan masyarakat luas.
Rektor UPH Dr Hon Jonathan L Parapak M Eng Sc menyambut baik penambahan dua akademisi berkaliber internasional ini. Menurutnya pengangkatan guru besar baru ini mencerminkan komitmen UPH dalam menciptakan lingkungan akademik berstandar global sekaligus memberikan sumbangsih pemikiran yang krusial bagi kemajuan negara. Pengukuhan ini sekaligus menjadi penegasan atas dedikasi Fakultas Hukum UPH dalam menghasilkan riset dan ide-ide inovatif yang berdampak positif pada kebijakan publik dunia usaha serta perkembangan ilmu hukum baik di kancah nasional maupun internasional.










Tinggalkan komentar