55tv.co.id – Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu sempat dilanda kekacauan. Sebanyak 45 jadwal penerbangan terpaksa dibatalkan dan enam lainnya mengalami penundaan parah pada tanggal 1 September 2026 silam, menyusul erupsi dahsyat Gunung Sinabung di Sumatera Utara.

Related Post
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjelaskan penutupan sementara Bandara Kualanamu merupakan tindakan pencegahan dini. Langkah ini diambil setelah tercium jejak abu vulkanik tipis di area parkir pesawat yang berpotensi membahayakan operasional.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa memastikan bahwa operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu kini telah pulih sepenuhnya.
"Hasil pemantauan pada hari Selasa 2 September 2026 pukul 16.00 WIB, tidak terdeteksi adanya abu vulkanik di Bandar Udara Internasional Kualanamu. Hal ini terbukti dari hasil uji kertas yang nihil abu," ujar Lukman dalam keterangan resminya.
Pemantauan intensif menggunakan metode uji kertas telah dilakukan di Bandara Kualanamu sejak pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB. Meski kondisi bandara saat ini bersih, Kemenhub tetap siaga tinggi. Mereka terus mewaspadai pergerakan abu vulkanik Gunung Sinabung yang dapat berubah arah seiring pergeseran kondisi angin.
Berdasarkan informasi SIGMET atau Significant Meteorological Information dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, pada 2 September 2026 aktivitas erupsi Gunung Sinabung menghasilkan gumpalan awan abu vulkanik yang mencapai ketinggian 14.000 kaki.
Massa abu tersebut terpantau melaju menuju arah barat daya dengan kecepatan sekitar 5 knot. Kekuatannya diperkirakan stabil tanpa perubahan berarti dalam periode informasi SIGMET yang berlaku pukul 12.00 hingga 18.00 WIB. Kemenhub menilai kondisi ini perlu terus dipantau ketat karena pergeseran arah dan laju angin berpotensi mengubah jalur pergerakan abu dan mengancam koridor udara penerbangan.










Tinggalkan komentar