55tv.co.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini menyambangi Daerah Istimewa Yogyakarta DIY pada Kamis 16 Juli 2026. Lawatan resmi ini mempertemukannya dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan. Pertemuan tersebut membahas beragam isu strategis mulai dari pengembangan Ibu Kota Nusantara IKN hingga inovasi transportasi lokal yang menarik perhatian.

Related Post
Dalam suasana akrab Purbaya disambut jamuan santap siang khas Yogyakarta. Ia tak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap hidangan yang disajikan. "Makan siang enak banget. Ada gulai kambing yang lezat ayam dan daging steak. Pokoknya mantap," ungkap Purbaya kepada awak media dengan wajah sumringah.

Usai menikmati kuliner istimewa agenda berlanjut ke Alun-alun Kidul. Di sana Purbaya bersama Sri Sultan secara resmi membuka Pasar Rakyat UMi 2026. Momen penting lainnya adalah peresmian program Becak Kayuh Listrik Pariwisata atau Bekalista. Secara simbolis Bekalista diserahkan kepada para penerima manfaat di seluruh Provinsi DIY.
Purbaya menegaskan bahwa program Bekalista merupakan komitmen kuat dalam mendorong digitalisasi dan modernisasi tanpa melupakan kelestarian budaya lokal. "Ini bukan sekadar mengganti becak lama dengan yang baru. Ini tentang menjaga ikon bersejarah dengan suntikan energi modern. Tradisi justru menjadi pendorong inovasi yang menuntun kemajuan agar tak tercerabut dari akar identitas," jelas Purbaya. Ia menambahkan bahwa inisiatif ini juga bertujuan memperkuat sektor ultra mikro UMi khususnya di bidang transportasi.
Di sela-sela kunjungannya Purbaya juga angkat bicara mengenai usulan dana tambahan sebesar Rp286 triliun untuk pembangunan tahap ketiga IKN. Permintaan alokasi dana ekstra ini diajukan oleh Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara OIKN Basuki Hadimuljono. Purbaya memastikan bahwa hingga saat ini dokumen usulan tersebut belum mendarat di mejanya.
"Suratnya belum sampai ke saya jadi saya belum tahu detailnya. Saya akan pelajari secara seksama begitu dokumen itu saya terima," tegas Purbaya. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan patuh pada arahan Presiden terkait anggaran untuk IKN. Keputusan final akan diambil setelah meninjau secara mendalam dan sesuai dengan petunjuk dari kepala negara.










Tinggalkan komentar