55 NEWS – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan strategi kunci dalam merancang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. APBN ini diproyeksikan sebagai instrumen yang kredibel dan berkelanjutan, menjadi jangkar stabilitas ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang terus menghantui.

Related Post
Sri Mulyani menekankan bahwa APBN akan memainkan peran vital sebagai penyangga (buffer) utama dalam menghadapi guncangan ekonomi global. Namun, pemerintah tidak akan bertumpu sepenuhnya pada APBN. Sinergi yang kuat dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang disebut Danantara dan sektor swasta akan didorong untuk menciptakan mesin pertumbuhan ekonomi yang lebih tangguh.

"Kami akan berkolaborasi dengan Danantara dan swasta, dengan tujuan agar beban tidak sepenuhnya ditanggung oleh APBN. Dengan demikian, mesin pertumbuhan dapat dibagi kepada Danantara dan swasta, bersama-sama mendorong kemajuan ekonomi Indonesia," ungkap Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, Jumat (22/8/2025).
Menurutnya, APBN harus tetap dalam kondisi sehat karena menjadi tumpuan harapan masyarakat. Fungsi APBN yang beragam, mulai dari alokasi anggaran, stabilisasi ekonomi, hingga distribusi kesejahteraan, mencerminkan besarnya ekspektasi publik terhadap instrumen fiskal ini.
Lebih lanjut, Sri Mulyani menyoroti kondisi neraca perdagangan Indonesia yang surplus. Namun, defisit masih terjadi pada neraca pendapatan primer (repatriasi keuntungan, dividen) dan neraca jasa, terutama sektor pariwisata. Tantangan utama saat ini adalah bagaimana mengurangi defisit transaksi berjalan tersebut.
"Ini adalah tantangan kita untuk menurunkan defisit transaksi berjalan, terutama dari sektor pariwisata, agar dapat mengimbangi pengeluaran masyarakat Indonesia yang berlibur ke luar negeri. Selain itu, dari sisi pendapatan primer, terutama untuk repatriasi keuntungan, kita juga harus meningkatkan kemampuan untuk menarik modal masuk (capital inflow)," jelasnya. 55tv.co.id
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar