55 NEWS – Indonesia berhasil menjadi negara pertama yang mendapatkan lampu hijau dari Amerika Serikat (AS) untuk memulai negosiasi tarif impor secara resiprokal. Kesepakatan ini tercapai setelah serangkaian diplomasi intensif yang dilakukan pemerintah Indonesia. Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan bahwa kedua negara sepakat menyelesaikan seluruh proses negosiasi dalam waktu 60 hari ke depan. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers daring, Jumat (18/4/2025), bertajuk ‘Perkembangan Terkini Negosiasi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia-Amerika Serikat’.

Related Post
Airlangga menjelaskan, kerangka kerja perjanjian dan ruang lingkup negosiasi telah disepakati. Fokus utama meliputi kemitraan perdagangan dan investasi, kemitraan terkait mineral penting, serta peningkatan ketahanan dan keandalan rantai pasok. "Formatnya pun sudah disepakati, format dari framework perjanjian tersebut dan scoping-nya, termasuk kemitraan perdagangan investasi, kemitraan dari mineral penting, dan juga terkait dengan reliability daripada koridor rantai pasok yang mempunyai resiliensi tinggi," tegas Airlangga.

Pemerintah Indonesia, lanjut Airlangga, aktif menjalin komunikasi dengan pejabat AS. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pertemuan daring dengan Secretary of Commerce AS, Howard Lutnick. Upaya ini membuahkan hasil positif. AS merespon baik usulan-usulan Indonesia dan menyatakan kesiapan untuk melanjutkan pembahasan teknis dalam 60 hari mendatang. Tujuannya adalah mencapai solusi yang saling menguntungkan bagi kedua negara. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata diplomasi ekonomi Indonesia yang efektif di tengah dinamika perdagangan global. Kecepatan penyelesaian negosiasi ini menunjukkan komitmen kuat kedua negara untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral.
Editor: Akbar Soaks




Tinggalkan komentar