Rahasia Tambang Bawah Tanah Modern Terkuak

Rahasia Tambang Bawah Tanah Modern Terkuak

55tv.co.id – Sebuah terobosan revolusioner dalam dunia pertambangan bawah tanah kini menjadi sorotan utama. PT Dairi Prima Mineral DPM mengadopsi metode backfilling mining yang tidak hanya menjamin keselamatan kerja tetapi juga berkomitmen penuh terhadap kelestarian lingkungan.

COLLABMEDIANET

Pendekatan cut and fill mining ini menawarkan keunggulan signifikan dengan meminimalkan pembukaan lahan di permukaan. Ini berarti hutan dan ekosistem vital di sekitarnya tetap terjaga keasliannya. DPM menegaskan bahwa sistem pengisian kembali material sisa tambang atau backfill tailing bukan sekadar teknik operasional melainkan pilar utama dalam menjaga stabilitas area tambang sekaligus wujud nyata perlindungan alam dan kepatuhan regulasi ketat.

Rahasia Tambang Bawah Tanah Modern Terkuak
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Melalui skema inovatif ini material pengisi digunakan untuk mengisi rongga-rongga kosong bekas penambangan. Tujuannya jelas memperkuat massa batuan mengurangi risiko keruntuhan menjamin keamanan para pekerja dan melindungi kualitas air tanah. Seluruh proses ini didukung oleh pemantauan berkala pengujian kualitas dan kontrol evaluasi lingkungan serta pelaporan yang terstruktur. Semua demi memastikan aktivitas pertambangan berjalan aman sesuai standar dan berkelanjutan.

Irwan Iskandar seorang pakar dari LAPI Institut Teknologi Bandung ITB menyoroti keunggulan fundamental dari konsep tambang bawah tanah modern. Menurutnya metode ini membutuhkan jejak kerusakan atau gangguan di permukaan yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan tambang terbuka konvensional. Ini sangat menguntungkan mengingat kebutuhan lahan untuk permukiman pertanian dan aktivitas manusia lainnya. Langkah ini disebutnya sebagai manifestasi nyata dari tambang bawah tanah modern.

Aspek krusial lain yang membedakan praktik pertambangan modern adalah pengelolaan sisa hasil pengolahan atau tailing. Jika dulu tailing umumnya berakhir di tempat pembuangan khusus kini DPM memilih untuk mengembalikannya ke dalam ruang bekas tambang sebagai material pengisi. Irwan Iskandar memperingatkan bahwa tempat pembuangan tailing memiliki risiko jangka panjang mengingat material tersebut akan tetap berada di sana selamanya. Kita telah belajar banyak dari berbagai bencana pertambangan global termasuk insiden tragis di Brasil pada tahun 2019 ujarnya.

Meskipun setiap kegiatan pertambangan pasti menyisakan dampak terhadap lingkungan Irwan Iskandar menekankan bahwa yang terpenting adalah bagaimana dampak tersebut dapat dikelola secara efektif. Penerapan teknologi canggih dan pengawasan ketat menjadi kunci utama. Salah satu isu paling vital yang harus diperhatikan adalah persoalan air baik air permukaan maupun air tanah pungkasnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar