55tv.co.id – Siapa sangka, kunci sukses UMKM dan ekonomi kreatif ternyata bukan hanya soal ide brilian. PT MNC Finance kini membongkar rahasia tersebut melalui program literasi keuangan bertajuk ‘Gali Cuan’. Kali ini, mereka menggandeng Wabi Pottery Studio, sebuah studio keramik kreatif yang namanya sedang naik daun di Gading Serpong, Tangerang, untuk berbagi ilmu dan inspirasi berharga.

Related Post
Inisiatif ‘Gali Cuan’ merupakan dedikasi MNC Finance dalam menggenjot kemajuan usaha mikro kecil dan menengah. Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan pemahaman para pengusaha mengenai vitalnya pengelolaan finansial yang sehat sebagai fondasi utama pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Peserta akan dibekali wawasan terapan tentang manajemen arus kas, perencanaan investasi, strategi pengembangan usaha, hingga pemanfaatan fasilitas pembiayaan secara bijak dan produktif.

Kolaborasi dengan Wabi Pottery Studio menjadi sangat relevan. Perjalanan bisnis studio keramik ini menggambarkan bagaimana sebuah minat dan kreativitas dapat diubah menjadi peluang usaha bernilai ekonomi tinggi. Didirikan oleh Claresta, Wabi Pottery Studio bermula dari kecintaannya pada dunia keramik, lalu berkembang menjadi studio komersial yang tidak hanya menjual produk kerajinan tangan unik, tetapi juga menyelenggarakan kelas lokakarya interaktif bagi masyarakat luas.
Direktur Utama MNC Finance Gabriel Mahjudin menegaskan bahwa banyak bisnis kreatif lahir dari gairah. Namun, untuk dapat bertahan dan berkembang, gairah tersebut harus didukung oleh kemampuan mengelola bisnis dengan baik. "Melalui Gali Cuan, kami ingin memberikan perspektif bahwa kreativitas dan literasi keuangan bukanlah dua hal yang terpisah. Keduanya justru harus berjalan bersama agar sebuah usaha dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan," ujarnya.
Dalam sesi berbagi ilmu, para peserta diajak memahami bahwa pengelolaan keuangan jauh lebih luas dari sekadar mencatat pemasukan dan pengeluaran. Ini tentang bagaimana seorang pemilik usaha mengambil keputusan strategis berdasarkan kondisi finansial bisnisnya. Materi utama yang dibahas meliputi strategi manajemen arus kas, perencanaan investasi usaha, pengelolaan modal kerja, serta pemanfaatan pembiayaan produktif yang tepat sasaran.
Bagi pengusaha di sektor kreatif, manajemen arus kas menjadi aspek krusial mengingat kebutuhan bisnis yang bisa berubah seiring tren pasar dan permintaan konsumen. Kemampuan memisahkan keuangan pribadi dan bisnis, memahami biaya operasional, mengatur modal kerja, serta menyusun perencanaan finansial yang matang akan membantu usaha memiliki pijakan yang lebih kokoh.
Claresta, Pendiri Wabi Pottery Studio, turut berbagi pengalamannya. "Wabi Pottery Studio sendiri berawal dari sesuatu yang sangat dekat dengan passion dan kreativitas. Dalam perjalanan membangun usaha, kami belajar bahwa membuat karya yang bagus saja belum cukup. Ada banyak aspek lain yang harus diperhatikan, mulai dari operasional, produksi, pemasaran, hingga bagaimana mengelola keuangan agar bisnis dapat terus berjalan dan berkembang. Bagi kami, kreativitas harus bisa diterjemahkan menjadi sesuatu yang sustainable," pungkasnya.










Tinggalkan komentar