55tv.co.id – Anggota parlemen di Senayan dibuat geram. Badan Anggaran DPR RI secara tegas melayangkan kritik pedas kepada pemerintah terkait penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara RAPBN 2027. Dokumen krusial yang seharusnya menjadi panduan pembangunan itu dinilai cacat dipenuhi kesalahan angka dan minim detail sasaran strategis.

Related Post
Said Abdullah Ketua Banggar DPR tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia menyoroti perbedaan mencolok antara data yang tercantum dalam Nota Keuangan yang diterima dewan dengan angka-angka yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada 14 Agustus 2026. "Banyak sekali kekeliruan ketik," ujar Said dengan nada tegas dalam rapat kerja bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri PPN Kepala Bappenas Rahmat Pambudy pada Kamis 27 Agustus 2026.

Ia mencontohkan target pertumbuhan ekonomi yang disebut Presiden 6 persen justru tertulis 59 persen di dokumen. Lebih jauh alokasi MBG yang disampaikan Rp480 triliun dalam lampiran hanya tertera Rp240 triliun. "Ini bukan sekadar salah ketik biasa ini angka yang sangat fundamental," tambahnya mempertegas kekhawatiran.
Kritik tak berhenti di sana. Dolfie Othniel Frederic Palit Anggota Banggar dari Fraksi PDI Perjuangan menambahkan daftar panjang kejanggalan. Ia mengungkapkan kekosongan data penting terkait indikator sasaran pembangunan 2027. "Bagaimana kami bisa mengawasi jika target-target krusial seperti proyeksi kemiskinan ekstrem penciptaan lapangan kerja baru bahkan Nilai Tukar Petani NTP dan Nilai Tukar Nelayan NTN tidak tercantum?" tanya Dolfie. Ia khawatir kesalahan penulisan yang sering terjadi belakangan ini akan mempersulit fungsi pengawasan DPR. "Jangan sampai ini karena kelalaian sebab kesalahan penulisan kini makin sering terjadi dan itu menyulitkan kami," pungkasnya.








Tinggalkan komentar