Revolusi Digital RI Dimulai! Kemenparekraf Bidik Lonjakan Triliunan Rupiah dari Sektor Gim Lokal: Akankah Dominasi Asing Tergoyahkan?

Revolusi Digital RI Dimulai! Kemenparekraf Bidik Lonjakan Triliunan Rupiah dari Sektor Gim Lokal: Akankah Dominasi Asing Tergoyahkan?

55 NEWS – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) secara ambisius menargetkan peningkatan valuasi pasar gim di Indonesia sebesar empat persen secara tahunan (year-on-year), dengan fokus utama pada kontribusi pengembang lokal. Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk menggenjot perekonomian digital nasional dan memberikan porsi lebih besar bagi talenta domestik di tengah dominasi pasar global.

COLLABMEDIANET

Direktur Gim Kemenparekraf, Luat Sihombing, mengungkapkan harapan besar pemerintah terhadap inisiatif ini. "Kami berharap nilai yang dihasilkan oleh para developer lokal kita, baik dari konsumsi domestik maupun ekspor, dapat bertambah empat persen dari total pendapatan yang mereka raih di tahun sebelumnya," jelas Sihombing dalam acara penandatanganan MoU antara Coda dan Kemenparekraf di Jakarta, Kamis (25/6/2026). Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak hanya meningkatkan konsumsi internal tetapi juga mendorong ekspansi pasar internasional bagi produk gim Indonesia.

Revolusi Digital RI Dimulai! Kemenparekraf Bidik Lonjakan Triliunan Rupiah dari Sektor Gim Lokal: Akankah Dominasi Asing Tergoyahkan?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Data terbaru dari riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tahun lalu menunjukkan bahwa valuasi pasar gim di Indonesia telah mencapai angka fantastis, sekitar 2 miliar dolar AS atau setara dengan Rp34 triliun. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar gim terbesar di dunia, didukung oleh lebih dari 200 juta gamer aktif. Basis pemain yang masif ini menjadi modal berharga yang sayangnya belum sepenuhnya tergarap oleh pelaku industri dalam negeri.

Namun, di balik gemerlapnya angka tersebut, terdapat ironi yang mencolok. Meskipun pengeluaran masyarakat untuk transaksi digital dalam gim mencapai miliaran rupiah setiap hari, pangsa pasar (market share) yang dinikmati oleh pengembang lokal masih sangat minim. Sihombing menambahkan, hanya sekitar 0,17 hingga 0,34 persen gim dari pengembang indie lokal yang mampu bersaing di pasar nasional, dan mirisnya, hanya 2,5 persen dari total nilai pasar nasional yang berhasil dinikmati oleh kreator gim Tanah Air. Kesenjangan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar keuntungan ekonomi dari industri gim raksasa ini masih mengalir ke luar negeri.

Kesenjangan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah. Target pertumbuhan 4 persen ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari upaya serius untuk merombak struktur pasar, memberikan ruang lebih besar bagi inovasi lokal, dan memastikan bahwa kekayaan ekonomi dari industri gim tidak hanya dinikmati oleh pihak asing. Dengan dukungan kebijakan, fasilitasi, dan kolaborasi strategis, diharapkan ekosistem gim Indonesia dapat tumbuh lebih inklusif dan berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta meningkatkan devisa negara. Ini adalah langkah krusial untuk menjadikan Indonesia bukan hanya pasar, tetapi juga pemain kunci dalam industri gim global.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar