REVOLUSI EKONOMI DAERAH DIMULAI! BPD Didorong Jadi ‘Dirigen’ Utama, Bukan Sekadar Kasir Pemerintah. Ini Blueprint Asbanda untuk Pertumbuhan Berkelanjutan yang Menguntungkan Semua!

55 NEWS – Sebuah seruan transformatif menggema di kancah perbankan nasional, menargetkan Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk mengukir peran yang jauh lebih signifikan. Bukan lagi sekadar pengelola kas pemerintah daerah, BPD didorong menjadi ‘orkestrator’ utama yang menggerakkan roda ekonomi regional melalui inovasi pembiayaan yang cerdas dan terukur.

COLLABMEDIANET

Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Agus H Widodo, menegaskan urgensi perubahan ini, menyoroti lanskap ekonomi yang dinamis dan keterbatasan fiskal daerah sebagai pemicu utama. "Ke depan, peran BPD tidak bisa lagi hanya terbatas sebagai pengelola dana pemerintah daerah. BPD harus bertransformasi menjadi dirigen yang mampu mengatur aliran dana daerah dan secara aktif serta berkelanjutan menggerakkan perekonomian," ujar Agus dalam keterangannya yang diterima 55tv.co.id baru-baru ini.

REVOLUSI EKONOMI DAERAH DIMULAI! BPD Didorong Jadi 'Dirigen' Utama, Bukan Sekadar Kasir Pemerintah. Ini Blueprint Asbanda untuk Pertumbuhan Berkelanjutan yang Menguntungkan Semua!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Agus memaparkan, BPD memegang keunggulan struktural yang tak dimiliki bank lain. Kedekatan historis dengan pemerintah daerah, pemahaman mendalam terhadap karakteristik ekonomi lokal, serta jangkauan jaringan hingga pelosok, menempatkan BPD pada posisi strategis untuk menjadi lokomotif penggerak ekonomi secara langsung. Ia menekankan, BPD harus mampu memastikan setiap rupiah yang beredar di daerah benar-benar menciptakan nilai tambah ekonomi, mendorong produktivitas, dan memperkuat sektor riil.

Di tengah realitas keterbatasan ruang fiskal pemerintah daerah, Agus menyoroti bahwa inovasi pembiayaan menjadi kunci vital untuk menjaga kesinambungan belanja pemerintah dan denyut pertumbuhan ekonomi regional. Salah satu instrumen strategis yang didorong adalah optimalisasi skema pinjaman daerah. Namun, fokusnya tak lagi semata pada pembiayaan infrastruktur. Melainkan diperluas untuk penguatan layanan publik esensial, peningkatan kualitas sektor kesehatan dan pendidikan, serta pengembangan UMKM dan ekonomi lokal yang menjadi tulang punggung daerah.

"Pinjaman daerah, lanjut Agus, harus dipandang sebagai instrumen strategis yang mampu menciptakan efek pengganda (multiplier effect) signifikan bagi perekonomian daerah, jauh melampaui sekadar sumber pembiayaan jangka pendek," pungkasnya, menandaskan visi BPD sebagai agen perubahan ekonomi yang sesungguhnya.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar