55 NEWS – Jakarta – Sektor perumahan subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) menunjukkan tren peningkatan signifikan, dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi motor penggerak utama dalam pembiayaan. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, baru-baru ini mengumumkan capaian luar biasa, termasuk lonjakan 100 persen kontribusi BRI dalam mendukung program perumahan nasional.

Related Post
Dalam pertemuan strategis dengan Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, di kantor BRI Jakarta pada Rabu (4/2/2026), Menteri Maruarar secara eksplisit mengapresiasi kinerja bank pelat merah tersebut. "Kontribusi BRI untuk rumah subsidi naik sekitar 100 persen. Dari 16.000 unit rumah yang dibiayai pada tahun 2024, angka tersebut melonjak menjadi 32.000 unit pada tahun 2025. Ini merupakan persentase kenaikan terbesar di antara perbankan nasional. Saya ucapkan terima kasih atas kerja keras Pak Dirut dan seluruh jajaran BRI," ujar Maruarar, seperti dikutip 55tv.co.id.

Ara, sapaan akrab Menteri Maruarar, menjelaskan bahwa pembiayaan 32 ribu unit rumah bersubsidi ini bukan sekadar angka statistik, melainkan representasi dari puluhan ribu keluarga MBR yang kini memiliki akses terhadap hunian layak. "Baik itu petani, nelayan, buruh pabrik, asisten rumah tangga, supir, hingga pengemudi ojek online, mereka semua berhak mendapatkan rumah. Dan berkat sinergi kuat dengan BRI, impian mereka kini terwujud," tambahnya, menyoroti dampak sosial-ekonomi yang signifikan dari program ini.
Peningkatan ini sejalan dengan torehan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang juga mencatat rekor baru dalam sejarah kebijakan rumah bersubsidi di Indonesia. Pada tahun 2023, capaian FLPP rumah subsidi mencapai 229 ribu unit, menjadikannya jumlah terbesar sejak program ini diluncurkan pada tahun 2010. Angka ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mengatasi defisit perumahan (backlog) secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Maruarar memaparkan bahwa momentum positif ini terus berlanjut di bawah pemerintahan saat ini. "Baru setahun pemerintahan Presiden Prabowo, pada tahun 2025, kita menyaksikan kenaikan luar biasa yaitu 279 ribu unit rumah. Ini berarti ada peningkatan sekitar 50 ribu unit dalam kurun waktu satu tahun saja," pungkasnya, menunjukkan akselerasi dan efektivitas program perumahan di era kepemimpinan baru yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Editor: Akbar soaks


Tinggalkan komentar