Rezeki Tak Terduga di Penghujung 2025: BLTS Rp900 Ribu Cair Hingga Detik Terakhir, Akankah Jadi Stimulus Ampuh Perekonomian Rakyat di Awal Tahun Baru?

Rezeki Tak Terduga di Penghujung 2025: BLTS Rp900 Ribu Cair Hingga Detik Terakhir, Akankah Jadi Stimulus Ampuh Perekonomian Rakyat di Awal Tahun Baru?

55 NEWS – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) senilai Rp900.000 telah tuntas dilaksanakan hingga malam terakhir tahun 2025, memberikan angin segar bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi bantalan sosial yang krusial, tetapi juga motor penggerak ekonomi mikro di tengah tantangan global yang masih membayangi.

COLLABMEDIANET

Salah satu penerima manfaat, Sobari (69), warga Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai penyedia jasa cat duco ini mengaku bantuan tersebut datang di saat yang sangat tepat. "Alhamdulillah, ini rezeki tak terduga. Musim begini pelanggan jarang perbaiki kendaraan, jadi pendapatan juga seret," ujar Sobari kepada 55tv.co.id, Kamis (1/1/2026), menyoroti bagaimana bantuan tersebut sangat membantu di tengah lesunya permintaan jasa.

Rezeki Tak Terduga di Penghujung 2025: BLTS Rp900 Ribu Cair Hingga Detik Terakhir, Akankah Jadi Stimulus Ampuh Perekonomian Rakyat di Awal Tahun Baru?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pemerintah, melalui Kementerian Sosial, memang telah menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat jaring pengaman sosial sepanjang tahun 2025. Anggaran bantuan sosial ditingkatkan secara signifikan, dengan perluasan jumlah penerima BLTS dari semula 18 juta KPM menjadi sekitar 35 juta KPM. Imbasnya, total alokasi dana melonjak drastis dari sekitar Rp74 triliun menjadi lebih dari Rp110 triliun. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar pemberian, melainkan investasi strategis untuk masa depan.

Gus Ipul berharap, suntikan dana sebesar ini mampu meningkatkan daya beli masyarakat secara masif, yang pada gilirannya akan memicu perputaran roda ekonomi di tingkat akar rumput. "Kami ingin bantuan ini tidak hanya menopang kebutuhan dasar, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta mempercepat graduasi KPM agar mereka mandiri dan tidak lagi bergantung pada bansos," jelasnya. Analis ekonomi dari 55tv.co.id mencatat bahwa peningkatan daya beli di akhir tahun, terutama di sektor konsumsi rumah tangga, seringkali menjadi katalisator penting bagi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal berikutnya. Dengan jangkauan 35 juta KPM, dampak multiplikator ekonomi dari BLTS ini diperkirakan cukup signifikan, terutama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Distribusi yang merata hingga detik-detik terakhir tahun fiskal 2025 ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan bantuan sampai ke tangan yang berhak, sekaligus menjadi sinyal positif bagi prospek ekonomi di awal tahun 2026.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar