55 NEWS – Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman baru saja membuka babak baru dalam hubungan bilateral Indonesia dan Kanada. Pertemuan hangat dengan Menteri Pertanian dan Pangan Kanada, Heath MacDonald, memicu optimisme akan kolaborasi yang lebih erat di sektor pertanian. Di tengah badai tantangan global seperti perubahan iklim ekstrem, tensi geopolitik yang meningkat, dan ancaman krisis pangan yang menghantui, kedua negara melihat peluang emas untuk saling memperkuat.

Related Post
Amran menekankan bahwa kemitraan ini haruslah menguntungkan kedua belah pihak, sebuah simbiosis mutualisme yang akan memperkokoh ketahanan pangan, baik di tingkat nasional maupun global. Salah satu fokus utama adalah bagaimana Indonesia dapat meningkatkan ekspor minyak kelapa sawit (CPO) ke Kanada.

"Kami sangat ingin Indonesia menjadi pemain utama dalam memasok CPO ke Kanada. Kuncinya adalah mempererat kerja sama yang saling menguntungkan," ujar Mentan Amran usai pertemuan di Kantor Kementan, seperti dilansir 55tv.co.id, Sabtu (2/8/2025).
Namun, ambisi kerja sama ini tidak berhenti pada sawit. Peluang lain yang tak kalah menarik adalah pengembangan sektor peternakan, khususnya dalam produksi susu dan impor sapi hidup. Transfer teknologi pertanian modern dan upaya adaptasi terhadap perubahan iklim juga menjadi agenda penting dalam kemitraan ini. Dengan menggabungkan kekuatan masing-masing, Indonesia dan Kanada berpotensi menciptakan inovasi dan solusi yang dapat menjawab tantangan pertanian global.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar