Rupiah Terjun Bebas Ada Apa di Balik Ini

Rupiah Terjun Bebas Ada Apa di Balik Ini

55tv.co.id – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Rabu 26 Agustus 2026. Mata uang Garuda tergelincir 2 poin atau setara 0,01 persen, mengakhiri hari di level Rp17.725 per dolar AS. Pelemahan ini dipicu oleh serangkaian sentimen global yang menarik perhatian para pelaku pasar.

COLLABMEDIANET

Menurut analisis Ibrahim Assuaibi seorang pakar pasar uang dan komoditas salah satu pemicu utama datang dari kabar mengejutkan di kancah internasional. Media Rusia melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin dekat pada kesepakatan gencatan senjata yang berpotensi mengubah peta geopolitik. Kantor berita RIA mengutip sumber dari Pakistan dan Iran menyebutkan bahwa kesepakatan ini mencakup kebebasan navigasi di Selat Hormuz sebuah jalur pelayaran vital. Pengumuman resmi diperkirakan akan segera dirilis dalam beberapa hari ke depan.

Rupiah Terjun Bebas Ada Apa di Balik Ini
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Laporan ini muncul setelah pejabat Pakistan mengklaim adanya kemajuan signifikan dalam pembicaraan mediasi dengan Iran. Pakistan memang telah memainkan peran krusial sebagai mediator regional dalam konflik berkepanjangan antara AS dan Iran termasuk memfasilitasi kesepakatan gencatan senjata sebelumnya pada Juni lalu.

Di tengah dinamika geopolitik tersebut perhatian investor kini beralih ke data ekonomi Amerika Serikat yang akan datang. Data Pengeluaran Konsumsi Pribadi atau PCE yang dijadwalkan rilis pada hari Rabu menjadi sorotan utama. Selain itu pidato perdana Warsh sebagai Ketua The Fed di simposium Jackson Hole pada hari Jumat juga sangat dinantikan. Laporan PCE akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi ekonomi AS serta tekanan inflasi yang sedang berlangsung.

Sementara itu Presiden The Fed wilayah Boston Susan Collins menyuarakan dukungannya untuk mempertahankan suku bunga pada level saat ini. Namun ia memberikan catatan penting bahwa kebijakan ini akan terus berlaku selama inflasi menunjukkan kemajuan konsisten menuju target 2 persen yang ditetapkan bank sentral.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar